Jumat, 26 April 2013

Konsep dan Pengertian Arus dan Tegangan pada Rangkaian Listrik

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 13.26
Apa yang membuat kita kena setrum? Arus Listrik atau Tegangan Listrik? Untuk menjawabnya, kita harus paham tentang definisi / pengertian dari arus listrik dan tegangan listrik.
Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian pada satu waktu. Muatan listrik yang dimaksud di sini adalah elektron. Arus listrik terjadi karena adanya aliran elektron dari kutub negatif ke kutub posisif. Pada konsepnya, elektron bergerak dari negatif ke positif, sedangkan arus listrik bergerak dari positif ke negatif? Kenapa demikian, Mari perhatikan gambar berikut:
pengerian Arah arus dan elektron pada tegangan listrik
Pada gambar di atas menunjukkan sumber tegangan listrik yang disambungkan ke sebuah penghantar. Pada kutub positif penghantar, muatan negatif akan ditarik oleh muatan positif pada sumber tegangan melewati ruang-ruang kosong (Hole). Hole digambarkan dalam bentuk bulat tanpa tanda negatif “-”. Sedangkan pada kutub negatif penghantar, muatan akan terisi elektron baru dari sumber tegangan, sehingga elektron pada penghantar juga terdorong untuk bergerak ke arah kutub posisitif.
Menurut aturan bahwa arus listrik mengalir dari positif ke negatif,sedangkan elektron mengalir dari negatif ke positif. Kenapa bisa begitu? Karena sejatinya aturan berpatokan bahwa elektron berpindah dari negatif ke positif meninggalkan hole dan mengisi hole baru maka seolah-olah hole tersebut bergerak dari positif ke negatif.
Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.
Tidak semua bahan bisa menghantarkan elektron dengan baik. Kemampuan penghantar mengalirkan elektron ditentukan oleh susunan atom dari bahan penghantar tersebut. Bahan yang mempunyai kemampuan mengalirkan elektron dengan baik disebut dengan konduktor seperi besi, tembaga, air sumur,dll. Sedangkan bahan yang sulit untuk mengalirkan elektron disebut dengan isolator, misalnya plastik, kertas, air murni (H2O), dll.

Tegangan Listrik
Tegangan listrik merupakan perbedaan potensial listrik antara dua titik pada suatu penghantar atau rangkaian listrik. Beda potensial adalah perbedaan jumlah elektron yang berada dalam suatu arus listrik. Di satu sisi sumber arus listrik terdapat elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang sedikit. Hal ini terjadi karena adanya gaya magnet yang memengaruhi materi tersebut. Dengan kata lain, sumber tersebut menjadi bertegangan listrik. Tegangan listrik (disebut juga voltase) identik dengan beda potensial.
Pada dasarnya, beda potensial (tegangan) inilah yang menyebabkan aliran elekron dari potensial rendah (negatif) ke potensial tinggi (positif). Artinya adanya arus listrik disebabkan karena adanya tegangan listrik pada dua titik (kutub positif dan kutub negatif). Pada rangkain listik, bisa jadi setiap komponen listrik mempunyai beda potensial yang berbeda tergantung hambatan komponen tersebut.
Alat untuk mengukur arus listrik adalah Ohm Meter, sedangkan alat untuk mengukur tegangan adalah Volt Meter. Tapi saat ini ada alat Multitester / Multimeter Atau AVO Meter yang multifungsi. Lalu kita kembali ke pertanyaan mendasar kita kali ini “Apa yang membuat kita kena setrum, Arus atau Tegangan?”.
Dari pembahasan di atas, tegangan adalah awal dari terjadinya aliran arus (elektron), jadi mereka berdua tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Tak akan ada arus yang mengalir tanpa adanya tegangan (beda potensial). Lalu kenapa kita bisa kena setrum? Jawabannya adalah karena ada tegangan listrik dan kita menjadi konduktornya (penghantarnya).
Tubuh kita terdiri dari air dan mineral yang berfungsi sebagai konduktor listrik. Setiap kita menyentuh sumber listrik, kita akan kena setrum. Hanya saja tidak akan terasa jika voltasenya kecil. Setruman voltase kecil akan terasa jika kita mengetesnya dengan lidah, walaupun hanya 3 Volt. Coba saja, hehe.. Jika permukaan kulit kita kering, kita tidak akan tersetrum listrik sebab tak ada elektron dari listrik yang mengalir ke tubuh kita.
Kesimpulannya, makin tinggi tegangan maka makin tinggi arus yang akan mengalir. Adapun efek yang akan terjadi jika kita kena setrum, tergantung hambatan (Ohm) pada tubuh kita. Makin tinggi hambatannya, maka makin kecil arus yang akan mengalir melewati tubuh kita dan kita pun lebih punya potensi untuk selamat. :D

Sabtu, 20 April 2013

My opor ayam

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 18.29

Nyamnyamnyam

So bored..:(

Dengdengdeng

Go to market buy something

And then in the market, I have idea to make "opor ayam"

Its time to cooking....

My best friend 1

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 09.01

Assalamu alaikum beautiful,,,

Nothing to do in the office, so I and my friend (dhila) take some pictures for make a love symbol. Hehe

Check our picture.

SF6 analyzer

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 08.42

Assalamu alaikum beautiful,
I want to sharing about this instrument.
U can call that "sf6 analyzer".

Sf6 analyzer use on the circuit breaker or GIS

This instrument can :
1. Check purity sf6
2. Check dewpoint
3. Check content of SO2

They do it every 12 year... wow, thats meaning manufacturer is so clever because they can make a instrument than can use for a long time....

1st time in the meeting room PLN GI kosambi

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 08.17

Assalamu alaikum beautiful.

Finally, I'm in here.
Check my name on absent.. hehe

In the afternoon, there is a presentation from relay's official.
The title of presentation is relay OCR and GFR.

Do you want to know about that???
Please ask them
1. Pak duli
2. Mas irvan
3. Mas nur
4. Mas ikhsan
5. Me ( but just a little ) ckckc

Jumat, 29 Juni 2012

Semua indah pada waktunya

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 15.07

Namaku Zahra. Aku masih duduk di bangku SMA. Karena seringnya membaca dan mengikuti training motivasi pikirankupun selalu dipenuhi dengan daftar impian dan target tercapainya. Di dalam otakku ini berderet tulisan dan gambar semua hal yang aku inginkan. Mulai dari daftar belanjaan sampai aku ingin menjadi inilah itulah. Yang pastinya semuanya indah.

Memang hal tersebut berdampak baik kepada pikiran dan semangatku. Karena dengan motivasi-motivasi itu kemalasan dan pikiran negative dapat kuredam. Tapi aku lupa pada jati diriku yang sesungguhnya. Aku lupa bahwa aku adalah seorang muslimah. Impian-impian itu membuatku lupa akan kuasa Allah. Impian-impian itu membuatku lupa akan hari kekal nanti yaitu akhirat. Di dalam pikiranku hanya nikmatnya dunia saja dan melupakan hari pertemuan dengan Allah nanti.

Aku baru menyadari semua itu ketika aku telah menjadi seorang mahasiswi. Aku disadarkan akan kata-kata dari seorang ustadz yang memberikan kajian di mesjid di kampus. Seketika saat itu hanya istigfar yang terucap dalam hatiku.

Langkahku yang selama ini begitu cepat untuk mencapai suatu tujuan adalah sebuah kesalahan. Aku hanya terus berusaha namun tak pernah percaya akan kuasa Allah. Aku seakan-akan berTuhankan pikiran positif dan motivasi. Padahal Allahlah Tuhanku dan tak pantas aku menduakanNya.

“Ya Allah, aku mohon ampun. Aku terhipnotis. Aku lalai.”

Mulai hari itu aku mengubah jalan hidupku. Kutempatkan pikiran positif dan motivasi itu sebagai ikhtiar dan di dalam ikhtiar itu kusematkan ibadah sehingga ikhtiar itu menjadi ibadah.  Kuniatkan semua yang kulakukan semata-mata ibadah kepadaNya. Kini kutak memikirkan lagi target-target impanku itu. Kini aku memegang sebuah kalimat dari ustadz itu “usahaku ibadahku, hasilnya kubertawakal kepada Allah. Aku yakin Allah tahu yang terbaik untukku.  Belum tentu yang aku inginkan itu baik untukku, ku serahkan padaMu Ya Allah”

Aku ingin sukses dunia tapi tak melupakan akhirat.
Aku ingin sukses akhirat tapi tak melupakan dunia.
Aku ingin keduanya seimbang.


         Sebulan telah berlalu dengan segala kegiatan yang menyeimbangkan keduanya.  Tak percaya rasanya yang terjadi. Hari demi hari tanpa target impian itu, hal-hal indahpun terjadi dalam hidupku. Subhanallah, kuasa Allah. Ada-ada saja cara Allah menuntunku.

1.       Aku ingin menjadi seorang pengajar
Inilah doaku beberapa bulan yang lalu, aku ingin menjadi pengajar karena hal itu bisa menjadi bekalku di akhirat pula. Aku ingin walaupun jasadku sudah tak ada lagi di dunia namun aliran pahala tetap terus mengalir kepadaku. Amal jariyah lewat ilmu yang pernah kusampaikan.

Dalam doaku saat itu, aku berkata dalam hatiku “Ya Allah, aku ingin menjadi seperti pengajar-pengajar itu. Bermanfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyahku kelak.”. Setelah berdoa aku berikhtiar dengan terus menuntut ilmu.

Sebulan kemudian, ada panggilan menjadi pengajar dari seorang temanku. “subhanallah, jalan Allah memang indah pada waktunya.” Itulah ucapan yang terucap dari bibirku. Tak percaya tapi itulah Kuasa Allah. “KunFayakun”

2.       Aku ingin berubah menjadi lebih baik dari kemarin. Aku ingin tobab nasuha Ya Allah.

Bagian ini sangat banyak cabangnya. Maklum aku hanyalah manusia biasa. Dipenuhi dengan dosa. Hari itu, hatiku menangis. Menangisi dosa-dosa yang kian hari bertambah seperti air dalam lautan. Saat it aku berdoa “Ya Allah, ampuni hambaMu ini. Bantu hamba keluar dari dosa-dosa. Tuntun hamba menuju jalanMu”.

Dan apakah yang terjadi??

Doa itu terus kuucap dalam shalatku. Sampai ketika scenario Allah terjadi. Hari itu, entah bagaimana bisa aku ikut pada seorang teman yang tidak terlalu dekat denganku sebelumnya. Aku hanya sekedar mengikutinya karena saat itu tak ada yang menemaniku, dan ternyata kecantol pada aktivitas dia pula. Hari itu aku mulai ikut kajian-kajian dan atas jasanya lah aku bisa sedikit demi sedikit keluar dari kehidupanku sebelumnya. Dia mengenalkanku tentang apa it Islam, bagaimana itu Islam. 
“subhanallah, Allah menyayangi kita semua. Kita berusaha dekat denganNya dengan merangkak Allah akan berjalan menuju kita. Kita berjalan, Allah berlari menuju kita”


Dan sekarang aku memegang sebuah prinsip kehidupan yang terucap dari lisan ayahku “JIKA ALLAH BERSAMAMU TAK ADA YANG DAPAT MENGALAHKANMU,*SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU (KERJAKAN PERINTAHNYA, JAUHI LARANGANNYA)”


1 lagi, semua indah pada waktunya. Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita. Jangan paksakan keinginan-keinginanmu, karena itu akan membuatmu menjadikannya sebagai  Tuhanmu. Nikmati prosesnya sebagai sebuah ibadah untuk Allah SWT. Hasilnya kita tawakal kepadaNya.




Kamis, 28 Juni 2012

Mencintai dalam diam

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 16.13
Duhai gadis,
maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.

Maka dengarlah..


Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..

Aku tahu, cinta adalah fitrah..
sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun..
Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.

Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula, Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa.. Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.

Maka gadis,
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening. Dalam diam.. Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari. Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu. Jangan kau tumpahkan segala sukamu..

Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..

Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas... Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi....,
apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..

Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis...,
kita tak tahu dan tak akan pernah tahu.. Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar... Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Gadis,
Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar.. Begitu mulia untuk di tampakkan.. Begitu sakral untuk di tumpahkan..

Dan sadarilah gadis,
fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis,
jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan.. Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh.. Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..

Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..

Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..
Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu...
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

Gadis...
yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu..Arahkan pd Nya.. Dan cintailah dalam diam.. Dalam hening.. Itu jauh lebih indah..

Jauh lebih suci


Jumat, 26 April 2013

Konsep dan Pengertian Arus dan Tegangan pada Rangkaian Listrik

Apa yang membuat kita kena setrum? Arus Listrik atau Tegangan Listrik? Untuk menjawabnya, kita harus paham tentang definisi / pengertian dari arus listrik dan tegangan listrik.
Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian pada satu waktu. Muatan listrik yang dimaksud di sini adalah elektron. Arus listrik terjadi karena adanya aliran elektron dari kutub negatif ke kutub posisif. Pada konsepnya, elektron bergerak dari negatif ke positif, sedangkan arus listrik bergerak dari positif ke negatif? Kenapa demikian, Mari perhatikan gambar berikut:
pengerian Arah arus dan elektron pada tegangan listrik
Pada gambar di atas menunjukkan sumber tegangan listrik yang disambungkan ke sebuah penghantar. Pada kutub positif penghantar, muatan negatif akan ditarik oleh muatan positif pada sumber tegangan melewati ruang-ruang kosong (Hole). Hole digambarkan dalam bentuk bulat tanpa tanda negatif “-”. Sedangkan pada kutub negatif penghantar, muatan akan terisi elektron baru dari sumber tegangan, sehingga elektron pada penghantar juga terdorong untuk bergerak ke arah kutub posisitif.
Menurut aturan bahwa arus listrik mengalir dari positif ke negatif,sedangkan elektron mengalir dari negatif ke positif. Kenapa bisa begitu? Karena sejatinya aturan berpatokan bahwa elektron berpindah dari negatif ke positif meninggalkan hole dan mengisi hole baru maka seolah-olah hole tersebut bergerak dari positif ke negatif.
Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.
Tidak semua bahan bisa menghantarkan elektron dengan baik. Kemampuan penghantar mengalirkan elektron ditentukan oleh susunan atom dari bahan penghantar tersebut. Bahan yang mempunyai kemampuan mengalirkan elektron dengan baik disebut dengan konduktor seperi besi, tembaga, air sumur,dll. Sedangkan bahan yang sulit untuk mengalirkan elektron disebut dengan isolator, misalnya plastik, kertas, air murni (H2O), dll.

Tegangan Listrik
Tegangan listrik merupakan perbedaan potensial listrik antara dua titik pada suatu penghantar atau rangkaian listrik. Beda potensial adalah perbedaan jumlah elektron yang berada dalam suatu arus listrik. Di satu sisi sumber arus listrik terdapat elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang sedikit. Hal ini terjadi karena adanya gaya magnet yang memengaruhi materi tersebut. Dengan kata lain, sumber tersebut menjadi bertegangan listrik. Tegangan listrik (disebut juga voltase) identik dengan beda potensial.
Pada dasarnya, beda potensial (tegangan) inilah yang menyebabkan aliran elekron dari potensial rendah (negatif) ke potensial tinggi (positif). Artinya adanya arus listrik disebabkan karena adanya tegangan listrik pada dua titik (kutub positif dan kutub negatif). Pada rangkain listik, bisa jadi setiap komponen listrik mempunyai beda potensial yang berbeda tergantung hambatan komponen tersebut.
Alat untuk mengukur arus listrik adalah Ohm Meter, sedangkan alat untuk mengukur tegangan adalah Volt Meter. Tapi saat ini ada alat Multitester / Multimeter Atau AVO Meter yang multifungsi. Lalu kita kembali ke pertanyaan mendasar kita kali ini “Apa yang membuat kita kena setrum, Arus atau Tegangan?”.
Dari pembahasan di atas, tegangan adalah awal dari terjadinya aliran arus (elektron), jadi mereka berdua tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Tak akan ada arus yang mengalir tanpa adanya tegangan (beda potensial). Lalu kenapa kita bisa kena setrum? Jawabannya adalah karena ada tegangan listrik dan kita menjadi konduktornya (penghantarnya).
Tubuh kita terdiri dari air dan mineral yang berfungsi sebagai konduktor listrik. Setiap kita menyentuh sumber listrik, kita akan kena setrum. Hanya saja tidak akan terasa jika voltasenya kecil. Setruman voltase kecil akan terasa jika kita mengetesnya dengan lidah, walaupun hanya 3 Volt. Coba saja, hehe.. Jika permukaan kulit kita kering, kita tidak akan tersetrum listrik sebab tak ada elektron dari listrik yang mengalir ke tubuh kita.
Kesimpulannya, makin tinggi tegangan maka makin tinggi arus yang akan mengalir. Adapun efek yang akan terjadi jika kita kena setrum, tergantung hambatan (Ohm) pada tubuh kita. Makin tinggi hambatannya, maka makin kecil arus yang akan mengalir melewati tubuh kita dan kita pun lebih punya potensi untuk selamat. :D

Sabtu, 20 April 2013

My opor ayam

Nyamnyamnyam

So bored..:(

Dengdengdeng

Go to market buy something

And then in the market, I have idea to make "opor ayam"

Its time to cooking....

My best friend 1

Assalamu alaikum beautiful,,,

Nothing to do in the office, so I and my friend (dhila) take some pictures for make a love symbol. Hehe

Check our picture.

SF6 analyzer

Assalamu alaikum beautiful,
I want to sharing about this instrument.
U can call that "sf6 analyzer".

Sf6 analyzer use on the circuit breaker or GIS

This instrument can :
1. Check purity sf6
2. Check dewpoint
3. Check content of SO2

They do it every 12 year... wow, thats meaning manufacturer is so clever because they can make a instrument than can use for a long time....

1st time in the meeting room PLN GI kosambi

Assalamu alaikum beautiful.

Finally, I'm in here.
Check my name on absent.. hehe

In the afternoon, there is a presentation from relay's official.
The title of presentation is relay OCR and GFR.

Do you want to know about that???
Please ask them
1. Pak duli
2. Mas irvan
3. Mas nur
4. Mas ikhsan
5. Me ( but just a little ) ckckc

Jumat, 29 Juni 2012

Semua indah pada waktunya


Namaku Zahra. Aku masih duduk di bangku SMA. Karena seringnya membaca dan mengikuti training motivasi pikirankupun selalu dipenuhi dengan daftar impian dan target tercapainya. Di dalam otakku ini berderet tulisan dan gambar semua hal yang aku inginkan. Mulai dari daftar belanjaan sampai aku ingin menjadi inilah itulah. Yang pastinya semuanya indah.

Memang hal tersebut berdampak baik kepada pikiran dan semangatku. Karena dengan motivasi-motivasi itu kemalasan dan pikiran negative dapat kuredam. Tapi aku lupa pada jati diriku yang sesungguhnya. Aku lupa bahwa aku adalah seorang muslimah. Impian-impian itu membuatku lupa akan kuasa Allah. Impian-impian itu membuatku lupa akan hari kekal nanti yaitu akhirat. Di dalam pikiranku hanya nikmatnya dunia saja dan melupakan hari pertemuan dengan Allah nanti.

Aku baru menyadari semua itu ketika aku telah menjadi seorang mahasiswi. Aku disadarkan akan kata-kata dari seorang ustadz yang memberikan kajian di mesjid di kampus. Seketika saat itu hanya istigfar yang terucap dalam hatiku.

Langkahku yang selama ini begitu cepat untuk mencapai suatu tujuan adalah sebuah kesalahan. Aku hanya terus berusaha namun tak pernah percaya akan kuasa Allah. Aku seakan-akan berTuhankan pikiran positif dan motivasi. Padahal Allahlah Tuhanku dan tak pantas aku menduakanNya.

“Ya Allah, aku mohon ampun. Aku terhipnotis. Aku lalai.”

Mulai hari itu aku mengubah jalan hidupku. Kutempatkan pikiran positif dan motivasi itu sebagai ikhtiar dan di dalam ikhtiar itu kusematkan ibadah sehingga ikhtiar itu menjadi ibadah.  Kuniatkan semua yang kulakukan semata-mata ibadah kepadaNya. Kini kutak memikirkan lagi target-target impanku itu. Kini aku memegang sebuah kalimat dari ustadz itu “usahaku ibadahku, hasilnya kubertawakal kepada Allah. Aku yakin Allah tahu yang terbaik untukku.  Belum tentu yang aku inginkan itu baik untukku, ku serahkan padaMu Ya Allah”

Aku ingin sukses dunia tapi tak melupakan akhirat.
Aku ingin sukses akhirat tapi tak melupakan dunia.
Aku ingin keduanya seimbang.


         Sebulan telah berlalu dengan segala kegiatan yang menyeimbangkan keduanya.  Tak percaya rasanya yang terjadi. Hari demi hari tanpa target impian itu, hal-hal indahpun terjadi dalam hidupku. Subhanallah, kuasa Allah. Ada-ada saja cara Allah menuntunku.

1.       Aku ingin menjadi seorang pengajar
Inilah doaku beberapa bulan yang lalu, aku ingin menjadi pengajar karena hal itu bisa menjadi bekalku di akhirat pula. Aku ingin walaupun jasadku sudah tak ada lagi di dunia namun aliran pahala tetap terus mengalir kepadaku. Amal jariyah lewat ilmu yang pernah kusampaikan.

Dalam doaku saat itu, aku berkata dalam hatiku “Ya Allah, aku ingin menjadi seperti pengajar-pengajar itu. Bermanfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyahku kelak.”. Setelah berdoa aku berikhtiar dengan terus menuntut ilmu.

Sebulan kemudian, ada panggilan menjadi pengajar dari seorang temanku. “subhanallah, jalan Allah memang indah pada waktunya.” Itulah ucapan yang terucap dari bibirku. Tak percaya tapi itulah Kuasa Allah. “KunFayakun”

2.       Aku ingin berubah menjadi lebih baik dari kemarin. Aku ingin tobab nasuha Ya Allah.

Bagian ini sangat banyak cabangnya. Maklum aku hanyalah manusia biasa. Dipenuhi dengan dosa. Hari itu, hatiku menangis. Menangisi dosa-dosa yang kian hari bertambah seperti air dalam lautan. Saat it aku berdoa “Ya Allah, ampuni hambaMu ini. Bantu hamba keluar dari dosa-dosa. Tuntun hamba menuju jalanMu”.

Dan apakah yang terjadi??

Doa itu terus kuucap dalam shalatku. Sampai ketika scenario Allah terjadi. Hari itu, entah bagaimana bisa aku ikut pada seorang teman yang tidak terlalu dekat denganku sebelumnya. Aku hanya sekedar mengikutinya karena saat itu tak ada yang menemaniku, dan ternyata kecantol pada aktivitas dia pula. Hari itu aku mulai ikut kajian-kajian dan atas jasanya lah aku bisa sedikit demi sedikit keluar dari kehidupanku sebelumnya. Dia mengenalkanku tentang apa it Islam, bagaimana itu Islam. 
“subhanallah, Allah menyayangi kita semua. Kita berusaha dekat denganNya dengan merangkak Allah akan berjalan menuju kita. Kita berjalan, Allah berlari menuju kita”


Dan sekarang aku memegang sebuah prinsip kehidupan yang terucap dari lisan ayahku “JIKA ALLAH BERSAMAMU TAK ADA YANG DAPAT MENGALAHKANMU,*SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU (KERJAKAN PERINTAHNYA, JAUHI LARANGANNYA)”


1 lagi, semua indah pada waktunya. Allah lebih tahu yang terbaik untuk kita. Jangan paksakan keinginan-keinginanmu, karena itu akan membuatmu menjadikannya sebagai  Tuhanmu. Nikmati prosesnya sebagai sebuah ibadah untuk Allah SWT. Hasilnya kita tawakal kepadaNya.




Kamis, 28 Juni 2012

Mencintai dalam diam

Duhai gadis,
maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.

Maka dengarlah..


Gadis, Saat ku jatuh cinta..
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata..
Namun ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.
Tak akan ku menggoreskan..
Yang ku lakukan hanyalah diam..

Aku tahu, cinta adalah fitrah..
sebuah anugrah tak terperih..
Karena cinta adalah kehidupan.
Karena rasa itu adalah cahaya.
Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita..
Namun..
Saat rasa itu menyapa, maka hadapi dgn anggun. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna.

Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita.
Cinta ada kalanya manis bagaikan gula, Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir.
Cinta adalah perangkap rasa.. Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita.

Maka gadis,
Agar kau dapat keluar dari belenggu itu.
Dan mampu melaluinya dgn anggun..
Maka mencintailah dalam hening. Dalam diam.. Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari. Namun juga, jangan kau sikapi dgn berlebihan.
Jangan kau umbar rasamu. Jangan kau tumpahkan segala sukamu..

Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dgn tenang..

Kita percaya takdir bukan?
Kita tahu dengan sangat jelas... Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya?
Jadi....,
apa yang kau risaukan?
Biarkan Allah yg mengaturnya,
Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja..

Cobalah renungkan...
Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam,
Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis...,
kita tak tahu dan tak akan pernah tahu.. Hingga saatnya tiba..
Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smua rasa telah kau umbar... Namun ternyata kelak bukan kau yg dia pilih untuk mendampingi hidupnya?
Gadis,
Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar.. Begitu mulia untuk di tampakkan.. Begitu sakral untuk di tumpahkan..

Dan sadarilah gadis,
fitrah kita wanita adalah pemalu,
Dan kau indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan?
Masihkah kau tampak bestari jika malu itu telah kau singkap..
Duhai gadis,
jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan..
Dalam jeruji kesetiaan.. Yah.. Kesetiaan padanya yg telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Lauhul Mahfuzh.. Jauh sebelum bumi dan langit dicipta..

Maka cintailah dlm hening.
Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu,
Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu..
Agar kesucianmu tetap terjaga..
Agar keanggunanmu tetap terbias..

Maka, ku beritahukan padamu,
Pegang kendali hatimu..
Jangan kau lepaskan.
Acuhkan semua godaan yg menghampirimu...
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan..
Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan..

Gadis...
yg kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya..
Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu..Arahkan pd Nya.. Dan cintailah dalam diam.. Dalam hening.. Itu jauh lebih indah..

Jauh lebih suci


 

Thinkmii Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez