Jumat, 02 Maret 2012

guruku

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.43
aku sangat sayang padanya. Dialah guruku. Dia menjadikan dirinya sebagai orangtuaku selama aku dalam lingkungan sekolah. Dia sangat perhatian dan selalu memberiku pelajaran penting yang bermanfaat untuk hidupku.

Sebut saja nama beliau adalah ibu Fatimah. Umurnya hampir sama dengan ibuku. Sekitar 40 tahunan. Dia mengajar pendidikan agama di tingkat sma. Dan dia juga wali kelasku. Aku sangat dekat dengannya. Bahkan ketika di luar lingkungan sekolahpun demikian.

Suatu pagi di hari senin, aku terlambat bangun karena semalaman tidak bisa tertidur. Ke sekolahpun terlambat, dan akhirnya aku di hukum berdiri di halaman depan sekolah sampai upacara selesai.

Ketika masuk di kelas, ternyata ibu fatimah tahu kalau pagi itu aku terlambat bangun. Jam istirahatpun dia mengajakku ngobrol. Dia tidak marah karena hal itu, itulah yang aku rasakan karena nada bicaranya selalu lembut kepada siapa saja. dia bertanya kepadaku kenapa pagi itu aku terlambat setelah itu dia memberikan saran kepadaku agar kejadian itu tidak terulang lagi.
"Rasulullah tidak menyukai orang yang begadang karena sesuatu hal yang sia-sia. Selain itu dari segi kesehatan juga tidak dianjurkan loh" ucapnya kepadaku

inilah yang aku sangat kagumi pada ibu guru yang satu ini. Bukan cuman pada diriku dia seperti ini tapi pada semua murid-muridnya. Dia tidak mau satupun muridnya mengalami masalah. Dia selalu memberikan solusi kepada kami dan yang pastinya dengan cara yang santun.

suatu hari, entah ada apa yang terjadi ibu Fatimah tidak masuk mengajar. Tidak biasanya dia seperti ini. Kamipun berusaha menghubunginya namun telponnya tidak di angkat. Karena khawatir kami semua menanyakan alamat rumah Ibu Fatimah pada sekertariat sekolah. Segera kami menuju ke tempat itu.

Tak pernah kami duga, rumah tempat tinggal Ibu Fatimah seperti ini. Sangat jauh dari kata layak. Kami sangat bersedih melihat rumah ibu guru kesayangan kami seperti ini. Kamipun mengetuk pintu rumah itu namun tak kunjung ada yang membukakan pintu. Tiba-tiba seorang lelaki tua datang menghampiri kami.
"cari siapa nak?"
"ini rumah ibu fatimahkan?"
"iyah betul"
"kalau boleh tahu ibu fatimah kemana?"
"kemarin dia di bawa ke puskesmas oleh anaknya, tapi entah kenapa sampai sekarang belum kembali"
"kalau boleh tahu puskesmasnya dimana pak?"
"depan gang ini nak"
"terima kasih kalau begitu pak"
"sama-sama nak"

kamipun segera ke puskesmas itu tapi disana ibu fatimah tidak ada. Perawat di puskesmas cuman mengatakan kalau kemarin kami sarankan ibu fatimah ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena peralatan disini tidak memadai. Namun dia tidak tahu rumah sakit mana ibu fatimah dan anaknya datangi.

Tidak mungkin kami mendatangi setiap rumah sakit di jakarta ini. Sangat banyak, oleh karena itu kamipun kembali ke rumah ibu fatimah dan menunggu sampai ibu fatimah datang.


Sudah 2 jam kami disini beliau tak kunjung datang. Tiba-tiba datang mobil ambulance. Mobil itu berhenti di depan rumah ibu fatimah. Keluarlah anaknya dengan air mata berlinangan kemudian sesosok ibu fatimahpun yang tidak bernyawa lagi dibawa masuk ke dalam rumah.

Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Tak pernah kami sangka kedatangan kami untuk melihat ibu fatimah hari itu menjadi kedatangan melayat ibu fatimah.

tak ada yang dapat kami lakukan dan kami ucapkan selain limpahan kesedihan atas kepergian guru kami tercinta itu. hanya doa yang terus kami lantunkan kepada beliau agar beliau dimudahkan dalam perjalanannya selanjutnya.

Seminggu telah berlalu semenjak kepergian beliau namun doa terus terucap untuk pahlawan tanpa tanda jasa kami itu.

Aku tahu bahwa Ibu fatimah hanya tinggal di rumah itu berdua dengan anaknya yang sekarang seumur pula dengan kami. Kucoba mendatangi rumah ibu fatimah untuk melihat keadaan anaknya itu yang sekarang hanya sendiri.

"assalamu alaikum"
"waalaikum salam"
setelah dia membukakan pintu dan mempersilahkanku duduk kamipun melanjutkan berbicara banyak hal.

hatiku mulai bergetar kembali mengingat ibu fatimah setelah anaknya menceritakan pengorbanannya. Ingin rasanya menangis tapi ibu fatimah pernah memberitahuku jika kita tidak boleh terlalu bersedih karena kehilangan seseorang. Itu hanya akan menyiksa mayit tersebut.

"ibuku adalah malaikat dari Allah. Ayahku meninggal ketika aku masih bayi. Semenjak itu ibu membesarkanku sendiri. beliau menjadi seorang guru bukan karena semata-mata ingin mencari penghasilan untuk hidup kami tapi hatinya tergerak agar dapat menjadi pembimbing anak muda zaman sekarang dengan memberikan modal iman dan takwa. Gajinya memang tidak cukup untuk menghidupiku. Belum lagi rumah yang kami kontrak, kehidupan sehari-hari, dan biaya sekolahku. Karena itu pula, setelah pulang sekolah dia melanjutkan bekerja di sebuah toko menjaga di sana sampai tengah malam. Aku sangat ingin membantu beliau namun ibu melarangku untuk bekerja. Beliau hanya terus berkata kalau aku berkewajiban untuk menuntut ilmu dan berbakti sementara orang tua adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Beliau selalu berkata kalau suatu hari nanti setelah kewajiban ibu selesai menyekolahkanku, tiba giliran anak itu yang menafkahkan orang tuanya. Sampai suatu hari dia kelelahan karena bekerja hampir 24 jam. Hari itu, aku baru melihat ibu selelah itu, awalnya ia tidak mau aku bawa ke rumah sakit namun akhirnya ia setuju. Di rumah sakit aku tak pernah menyangka dokter berkata seperti itu. Ibu ternyata sudah dari dulu sakit. Sakitnya diperparah karena kelelahan sampai akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu. 3 hari setelah ibu meninggal, datang ketua RT di kampung ini. Dia datang membawa buku tabanas ibu. pak RT mengatakan kalau buku tabanas ini harus bapak berikan kepadamu ketika 3 hari selah beliau meninggal. ternyata dari dulu dia juga telah menabung mempersiapkan biaya hidupku kelak setelah dia pergi. ibuku adalah seorang wonderwoman untukku."

Ya Allah, tak pernah hamba bosan-bosannya mengirimkan doa untuk ibu Fatimah. Beliau adalah sosok inspirasi hidupku. Semoga kerja keras beliau dan sikap lembut beliau tumbuh pada murid-muridnya pula. Semoga kami semua bisa menjadi seperti beliau.

@rahmisyam

Mucus

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.41
im headache when u come
i cannt do it my activity because of u
im difficult to finish my work

i know that is imposibble if u never come
but please if u come, just a while
yeah yeah

Bpk Ancu Say 11

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.41
sebelum minta tolong ke bapak, ke Allah dulu

Sabda Nabi Saw Tentang Kuburan

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.40
1. Tiada aku melihat sesuatu (yang buruk) kecuali (pasti) kuburan lebih buruk daripadanya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
 
2. Jangan kamu shalat menghadap kuburan dan jangan shalat di atas kuburan. (HR. Ath-Thabrani)
 
3. Rasulullah Saw melarang mengapur kuburan, duduk-duduk di atas kuburan dan membina kuburan (dibangun dengan bata atau dengan ubin, dll) tapi berupa unggukan tanah saja setinggi satu jengkal. (HR. Muslim)
 
4. Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat beribadah. (HR. Bukhari)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

Nabi Dawud a.s

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.38
Nabi Dawud a.s. berasal dari Bani Israil, keturunan Yahudza bin Nabi Yaakub a.s. Nama baginda telah disebut sebanyak 16 kali dalam al-Quran. Baginda adalah nabi dan raja yang mempunyai kerajaan yang diperturunkan kepada puteranya Sulaiman a.s. Mereka dikurniakan kenabian dan kurniaan kebaikan dunia dan akhirat.

"...dan Allah telah memberikan kerajaan dan hikmah kepada Dawud serta mengajarkan apa-apa yang dikehendaki-Nya" (Al-Baqarah, 2: 251)

Nama sebenar baginda ialah Dawud bin Isya bin 'Uwaid. Baginda juga adalah seorang rasul yang dikurniakan dengan kitab samawi iaitu Zabur. Allah telah berfirman yang bermaksud:

"Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud" (An-nisa', 4: 163)

Nabi Dawud bersama-sama Thalut
Thalut dilantik menjadi raja kepada Bani Israel kerana mempunyai tubuh yang perkasa dan ilmu yang luas. Namun begitu, penduduk Bani Israel merasakan bahawa beliau tidak layak untuk memegang kuasa tersebut.

Nabi Dawud telah diundang ke istana dan tinggal bersama Thalut kerana raja tersebut begitu tertarik dengan bakat seni yang ada pada baginda. Baginda akan selalu bersama Thalut di istana dan berulang alik menemui bapa baginda untuk menolongnya mengembala kambing.

Nabi Dawud a.s. Menentang Jalut
Pada suatu ketika, terjadi satu peperangan antara rakyat Israel dan Palestin. Tentera Palestin telah dipimpin oleh Jalut, pahlawan yang gagah perkasa tetapi sangat kejam. Maka Thalut pun memilih pasukan yang kuat di kalangan tenteranya untuk menentang Jalut. Nabi Dawud a.s. telah turut serta dalam peperangan tersebut.

Semasa perang berlaku, Jalut telah meminta untuk diadakan pertarungan satu lawan satu. Dia dengan angkuhnya mara ke hadapan dan mencabar musuhnya di pihak Nabi Dawud. Lalu Nabi Dawud a.s. menyambut cabaran tersebut namun diejek kembali oleh Jalut yang merasakan Nabi Dawud a.s. tidak setanding dengannya. Baginda juga dinasihati oleh Thalut supaya tidak bertarung dengan pahlawan yang berpengalaman tersebut. Namun Nabi Dawud a.s. tetap dengan keputusan baginda maka bertarunglah keduanya. Baginda berdoa sebelum bertarung yang bermaksud:

"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran ke atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." (Al-Baqarah, 2: 250)

Dengan izin Allah Nabi Dawud a.s. telah berjaya mengalahkan Jalut walaupun bertubuh kecil berbanding Jalut. Tentera Palestin akhirnya kalah dalam pertempuran dan lari bertempiaran.

Nabi Dawud a.s. menjadi Raja
Nabi Dawud a.s. menjadi terkenal di kalangan Bani Israel selepas kejadian tersebut. Baginda telah mendapat anugerah daripada Thalut dan dikahwinkan dengan puteri baginda dan dilantik sebagai ketua Komander angkatan tentera. Namun tidak lama selepas itu, Thalut berasa iri hati dengan pengaruh Nabi Dawud a.s. Salah seorang anak lelaki Thalut mempunyai pekerti yang baik telah memaklumkan baginda tentang perkara tersebut.

Selepas kematian Thalut, urusan pemerintahan dikuasai oleh Nabi Dawud a.s. dan seterusnya menjadi raja kepada Bani Israel. Baginda telah mentadbir negara dengan berkesan dan menakluki banyak kawasan. Para penduduk mendapat kemakmuran semasa pemerintahan baginda yang berhati mulia, adil dan bertakwa. Rakyatnya juga menyembah Tuhan yang satu yang mengikut pimpinan yang sebenar.

Penurunan Kitab Zabur
Allah telah menurunkan kitab Zabur kepada Nabi Dawud a.s. Kitab ini mengandungi ajaran untuk memimpin kaum Bani Israel. Allah telah berfirman yang bermaksud:

"...Dan kami berikan Zabur kepada Dawud" (An-Nisaa', 4: 163)

Rakyat akan terpegun apabila mendengar Nabi Dawud a.s. membaca ayat-ayat daripada Zabur dengan suara yang amat merdu. Semua kan mengelilinginya termasuk binatang-bintang di muka bumi ini.

Selain itu, Allah juga telah mengurniakan keistimewaan untuk menundukkan gunung ganang supaya bertasbih bersama-samanya dengan bahasa yang tidak difahami oleh manusia biasa. Pengetahuan dan kelebihan itu juga dapat dipraktikkan terhadap burung-burung untuk turut serta bersamanya.

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud", " (Saba', 34: 10)

"Sesungguhnya Kami tundukkan gunung-gunung kepadanya, semuanya tasbih pada petang-petang dan pagi-pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung yang dikumpulkan, masing-masing banyak kembali kepada Allah." (Shaad, 38: 18-19)

Nabi Dawud a.s. sebagai tukang besi
Nabi Dawud a.s. adalah seorang tukang besi yang mahir. Baginda berupaya melembutkan besi yang keras dan menghasilkan pelbagai bentuk barangan daripadanya. Baginda melakukannya tanpa memakai api atau sebarang alat. Besi yang dilembutkan ada yang dijadikan baju besi yang sangat elok buatannya. Allah berfirman yang bermaksud:

"Dan telah Kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." (Al-Anbiya, 21: 80)

"...dan Kami telah melunakkan besi untuknya." (Saba', 34: 10)

Nabi Dawud a.s. adalah seorang pemimpin yang begitu adil dan menggunakan masa sehariannya dengan sempurna. Baginda memperuntukkan hari-hari khusus untuk beribadat, bertugas sebagai hakim, memberi pengajaran kepada kaumnya dan untuk kepentingan peribadi.

Kematian Nabi Dawud a.s.
Nabi Dawud a.s.meninggal dunia pada usia 70 tahun dan dikebumikan di Jurusalem.

Al Baqarah 71-75

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.35
71. Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu[63].
[63]. Karena sapi yang menurut syarat yang disebutkan itu sukar diperoleh, hampir mereka tidak dapat menemukannya.

72. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

73. Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti[64].
[64]. Menurut jumhur mufassirin ayat ini ada hubungannya dengan peristiwa yang dilakukan oleh seorang dari Bani Israil. Masing-masing mereka tuduh-menuduh tentang siapa yang melakukan pembunuhan itu. Setelah mereka membawa persoalan itu kepada Musa a.s., Allah menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebahagian tubuh sapi itu.

74. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?[65].
[65]. Yang dimaksud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat itu. 
 
 

11

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.18
english-words
apartemen
apartment
muncul
appear
makanan pembuka
appetizers
apel
apple
janji
appointment

english-phrases
Telepon saya.
Call me.
Telepon polisi.
Call the police.
Apakah saya bisa memakai internet di sini?
Can I access the Internet here?
Apakah saya boleh pinjam uang?
Can I borrow some money?
Apakah saya boleh membawa teman?
Can I bring my friend?

english-lesson
Elizabeth:Mau ke mana, Chris?
Chris, where are you going?
Chris:Saya mau pergi toko. Saya perlu membeli sesuatu.
I'm going to the store. I need to buy something.
Elizabeth:Oh ya? Saya juga perlu pergi ke toko.
Really? I need to go to the store too.
Chris:Apakah Anda mau ikut dengan saya?
Would you like to come with me?
Elizabeth:Ya, ayo pergi bersama-sama.
Yeah, let's go together.
Chris:Apakah Anda mau pergi sekarang atau nanti?
Would you like to go now or later?
Elizabeth:Sekarang.
Now.
Chris:Apa?
What?
Elizabeth:Sekarang lebih baik.
Now would be better.
Chris:Oke, ayo kita pergi.
OK, let's go.
Elizabeth:Apakah sebaiknya kita jalan kaki?
Should we walk?
Chris:Oh, tidak, terlalu jauh. Ayo naik mobil saja.
No, it's too far. Let's drive.

Jumat, 02 Maret 2012

guruku

aku sangat sayang padanya. Dialah guruku. Dia menjadikan dirinya sebagai orangtuaku selama aku dalam lingkungan sekolah. Dia sangat perhatian dan selalu memberiku pelajaran penting yang bermanfaat untuk hidupku.

Sebut saja nama beliau adalah ibu Fatimah. Umurnya hampir sama dengan ibuku. Sekitar 40 tahunan. Dia mengajar pendidikan agama di tingkat sma. Dan dia juga wali kelasku. Aku sangat dekat dengannya. Bahkan ketika di luar lingkungan sekolahpun demikian.

Suatu pagi di hari senin, aku terlambat bangun karena semalaman tidak bisa tertidur. Ke sekolahpun terlambat, dan akhirnya aku di hukum berdiri di halaman depan sekolah sampai upacara selesai.

Ketika masuk di kelas, ternyata ibu fatimah tahu kalau pagi itu aku terlambat bangun. Jam istirahatpun dia mengajakku ngobrol. Dia tidak marah karena hal itu, itulah yang aku rasakan karena nada bicaranya selalu lembut kepada siapa saja. dia bertanya kepadaku kenapa pagi itu aku terlambat setelah itu dia memberikan saran kepadaku agar kejadian itu tidak terulang lagi.
"Rasulullah tidak menyukai orang yang begadang karena sesuatu hal yang sia-sia. Selain itu dari segi kesehatan juga tidak dianjurkan loh" ucapnya kepadaku

inilah yang aku sangat kagumi pada ibu guru yang satu ini. Bukan cuman pada diriku dia seperti ini tapi pada semua murid-muridnya. Dia tidak mau satupun muridnya mengalami masalah. Dia selalu memberikan solusi kepada kami dan yang pastinya dengan cara yang santun.

suatu hari, entah ada apa yang terjadi ibu Fatimah tidak masuk mengajar. Tidak biasanya dia seperti ini. Kamipun berusaha menghubunginya namun telponnya tidak di angkat. Karena khawatir kami semua menanyakan alamat rumah Ibu Fatimah pada sekertariat sekolah. Segera kami menuju ke tempat itu.

Tak pernah kami duga, rumah tempat tinggal Ibu Fatimah seperti ini. Sangat jauh dari kata layak. Kami sangat bersedih melihat rumah ibu guru kesayangan kami seperti ini. Kamipun mengetuk pintu rumah itu namun tak kunjung ada yang membukakan pintu. Tiba-tiba seorang lelaki tua datang menghampiri kami.
"cari siapa nak?"
"ini rumah ibu fatimahkan?"
"iyah betul"
"kalau boleh tahu ibu fatimah kemana?"
"kemarin dia di bawa ke puskesmas oleh anaknya, tapi entah kenapa sampai sekarang belum kembali"
"kalau boleh tahu puskesmasnya dimana pak?"
"depan gang ini nak"
"terima kasih kalau begitu pak"
"sama-sama nak"

kamipun segera ke puskesmas itu tapi disana ibu fatimah tidak ada. Perawat di puskesmas cuman mengatakan kalau kemarin kami sarankan ibu fatimah ke rumah sakit untuk memeriksakan diri karena peralatan disini tidak memadai. Namun dia tidak tahu rumah sakit mana ibu fatimah dan anaknya datangi.

Tidak mungkin kami mendatangi setiap rumah sakit di jakarta ini. Sangat banyak, oleh karena itu kamipun kembali ke rumah ibu fatimah dan menunggu sampai ibu fatimah datang.


Sudah 2 jam kami disini beliau tak kunjung datang. Tiba-tiba datang mobil ambulance. Mobil itu berhenti di depan rumah ibu fatimah. Keluarlah anaknya dengan air mata berlinangan kemudian sesosok ibu fatimahpun yang tidak bernyawa lagi dibawa masuk ke dalam rumah.

Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Tak pernah kami sangka kedatangan kami untuk melihat ibu fatimah hari itu menjadi kedatangan melayat ibu fatimah.

tak ada yang dapat kami lakukan dan kami ucapkan selain limpahan kesedihan atas kepergian guru kami tercinta itu. hanya doa yang terus kami lantunkan kepada beliau agar beliau dimudahkan dalam perjalanannya selanjutnya.

Seminggu telah berlalu semenjak kepergian beliau namun doa terus terucap untuk pahlawan tanpa tanda jasa kami itu.

Aku tahu bahwa Ibu fatimah hanya tinggal di rumah itu berdua dengan anaknya yang sekarang seumur pula dengan kami. Kucoba mendatangi rumah ibu fatimah untuk melihat keadaan anaknya itu yang sekarang hanya sendiri.

"assalamu alaikum"
"waalaikum salam"
setelah dia membukakan pintu dan mempersilahkanku duduk kamipun melanjutkan berbicara banyak hal.

hatiku mulai bergetar kembali mengingat ibu fatimah setelah anaknya menceritakan pengorbanannya. Ingin rasanya menangis tapi ibu fatimah pernah memberitahuku jika kita tidak boleh terlalu bersedih karena kehilangan seseorang. Itu hanya akan menyiksa mayit tersebut.

"ibuku adalah malaikat dari Allah. Ayahku meninggal ketika aku masih bayi. Semenjak itu ibu membesarkanku sendiri. beliau menjadi seorang guru bukan karena semata-mata ingin mencari penghasilan untuk hidup kami tapi hatinya tergerak agar dapat menjadi pembimbing anak muda zaman sekarang dengan memberikan modal iman dan takwa. Gajinya memang tidak cukup untuk menghidupiku. Belum lagi rumah yang kami kontrak, kehidupan sehari-hari, dan biaya sekolahku. Karena itu pula, setelah pulang sekolah dia melanjutkan bekerja di sebuah toko menjaga di sana sampai tengah malam. Aku sangat ingin membantu beliau namun ibu melarangku untuk bekerja. Beliau hanya terus berkata kalau aku berkewajiban untuk menuntut ilmu dan berbakti sementara orang tua adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Beliau selalu berkata kalau suatu hari nanti setelah kewajiban ibu selesai menyekolahkanku, tiba giliran anak itu yang menafkahkan orang tuanya. Sampai suatu hari dia kelelahan karena bekerja hampir 24 jam. Hari itu, aku baru melihat ibu selelah itu, awalnya ia tidak mau aku bawa ke rumah sakit namun akhirnya ia setuju. Di rumah sakit aku tak pernah menyangka dokter berkata seperti itu. Ibu ternyata sudah dari dulu sakit. Sakitnya diperparah karena kelelahan sampai akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu. 3 hari setelah ibu meninggal, datang ketua RT di kampung ini. Dia datang membawa buku tabanas ibu. pak RT mengatakan kalau buku tabanas ini harus bapak berikan kepadamu ketika 3 hari selah beliau meninggal. ternyata dari dulu dia juga telah menabung mempersiapkan biaya hidupku kelak setelah dia pergi. ibuku adalah seorang wonderwoman untukku."

Ya Allah, tak pernah hamba bosan-bosannya mengirimkan doa untuk ibu Fatimah. Beliau adalah sosok inspirasi hidupku. Semoga kerja keras beliau dan sikap lembut beliau tumbuh pada murid-muridnya pula. Semoga kami semua bisa menjadi seperti beliau.

@rahmisyam

Mucus

im headache when u come
i cannt do it my activity because of u
im difficult to finish my work

i know that is imposibble if u never come
but please if u come, just a while
yeah yeah

Bpk Ancu Say 11

sebelum minta tolong ke bapak, ke Allah dulu

Sabda Nabi Saw Tentang Kuburan

1. Tiada aku melihat sesuatu (yang buruk) kecuali (pasti) kuburan lebih buruk daripadanya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
 
2. Jangan kamu shalat menghadap kuburan dan jangan shalat di atas kuburan. (HR. Ath-Thabrani)
 
3. Rasulullah Saw melarang mengapur kuburan, duduk-duduk di atas kuburan dan membina kuburan (dibangun dengan bata atau dengan ubin, dll) tapi berupa unggukan tanah saja setinggi satu jengkal. (HR. Muslim)
 
4. Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani karena menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat beribadah. (HR. Bukhari)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

Nabi Dawud a.s

Nabi Dawud a.s. berasal dari Bani Israil, keturunan Yahudza bin Nabi Yaakub a.s. Nama baginda telah disebut sebanyak 16 kali dalam al-Quran. Baginda adalah nabi dan raja yang mempunyai kerajaan yang diperturunkan kepada puteranya Sulaiman a.s. Mereka dikurniakan kenabian dan kurniaan kebaikan dunia dan akhirat.

"...dan Allah telah memberikan kerajaan dan hikmah kepada Dawud serta mengajarkan apa-apa yang dikehendaki-Nya" (Al-Baqarah, 2: 251)

Nama sebenar baginda ialah Dawud bin Isya bin 'Uwaid. Baginda juga adalah seorang rasul yang dikurniakan dengan kitab samawi iaitu Zabur. Allah telah berfirman yang bermaksud:

"Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud" (An-nisa', 4: 163)

Nabi Dawud bersama-sama Thalut
Thalut dilantik menjadi raja kepada Bani Israel kerana mempunyai tubuh yang perkasa dan ilmu yang luas. Namun begitu, penduduk Bani Israel merasakan bahawa beliau tidak layak untuk memegang kuasa tersebut.

Nabi Dawud telah diundang ke istana dan tinggal bersama Thalut kerana raja tersebut begitu tertarik dengan bakat seni yang ada pada baginda. Baginda akan selalu bersama Thalut di istana dan berulang alik menemui bapa baginda untuk menolongnya mengembala kambing.

Nabi Dawud a.s. Menentang Jalut
Pada suatu ketika, terjadi satu peperangan antara rakyat Israel dan Palestin. Tentera Palestin telah dipimpin oleh Jalut, pahlawan yang gagah perkasa tetapi sangat kejam. Maka Thalut pun memilih pasukan yang kuat di kalangan tenteranya untuk menentang Jalut. Nabi Dawud a.s. telah turut serta dalam peperangan tersebut.

Semasa perang berlaku, Jalut telah meminta untuk diadakan pertarungan satu lawan satu. Dia dengan angkuhnya mara ke hadapan dan mencabar musuhnya di pihak Nabi Dawud. Lalu Nabi Dawud a.s. menyambut cabaran tersebut namun diejek kembali oleh Jalut yang merasakan Nabi Dawud a.s. tidak setanding dengannya. Baginda juga dinasihati oleh Thalut supaya tidak bertarung dengan pahlawan yang berpengalaman tersebut. Namun Nabi Dawud a.s. tetap dengan keputusan baginda maka bertarunglah keduanya. Baginda berdoa sebelum bertarung yang bermaksud:

"Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran ke atas diri kami, dan kukuhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." (Al-Baqarah, 2: 250)

Dengan izin Allah Nabi Dawud a.s. telah berjaya mengalahkan Jalut walaupun bertubuh kecil berbanding Jalut. Tentera Palestin akhirnya kalah dalam pertempuran dan lari bertempiaran.

Nabi Dawud a.s. menjadi Raja
Nabi Dawud a.s. menjadi terkenal di kalangan Bani Israel selepas kejadian tersebut. Baginda telah mendapat anugerah daripada Thalut dan dikahwinkan dengan puteri baginda dan dilantik sebagai ketua Komander angkatan tentera. Namun tidak lama selepas itu, Thalut berasa iri hati dengan pengaruh Nabi Dawud a.s. Salah seorang anak lelaki Thalut mempunyai pekerti yang baik telah memaklumkan baginda tentang perkara tersebut.

Selepas kematian Thalut, urusan pemerintahan dikuasai oleh Nabi Dawud a.s. dan seterusnya menjadi raja kepada Bani Israel. Baginda telah mentadbir negara dengan berkesan dan menakluki banyak kawasan. Para penduduk mendapat kemakmuran semasa pemerintahan baginda yang berhati mulia, adil dan bertakwa. Rakyatnya juga menyembah Tuhan yang satu yang mengikut pimpinan yang sebenar.

Penurunan Kitab Zabur
Allah telah menurunkan kitab Zabur kepada Nabi Dawud a.s. Kitab ini mengandungi ajaran untuk memimpin kaum Bani Israel. Allah telah berfirman yang bermaksud:

"...Dan kami berikan Zabur kepada Dawud" (An-Nisaa', 4: 163)

Rakyat akan terpegun apabila mendengar Nabi Dawud a.s. membaca ayat-ayat daripada Zabur dengan suara yang amat merdu. Semua kan mengelilinginya termasuk binatang-bintang di muka bumi ini.

Selain itu, Allah juga telah mengurniakan keistimewaan untuk menundukkan gunung ganang supaya bertasbih bersama-samanya dengan bahasa yang tidak difahami oleh manusia biasa. Pengetahuan dan kelebihan itu juga dapat dipraktikkan terhadap burung-burung untuk turut serta bersamanya.

"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Dawud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud", " (Saba', 34: 10)

"Sesungguhnya Kami tundukkan gunung-gunung kepadanya, semuanya tasbih pada petang-petang dan pagi-pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung yang dikumpulkan, masing-masing banyak kembali kepada Allah." (Shaad, 38: 18-19)

Nabi Dawud a.s. sebagai tukang besi
Nabi Dawud a.s. adalah seorang tukang besi yang mahir. Baginda berupaya melembutkan besi yang keras dan menghasilkan pelbagai bentuk barangan daripadanya. Baginda melakukannya tanpa memakai api atau sebarang alat. Besi yang dilembutkan ada yang dijadikan baju besi yang sangat elok buatannya. Allah berfirman yang bermaksud:

"Dan telah Kami ajarkan kepada Dawud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." (Al-Anbiya, 21: 80)

"...dan Kami telah melunakkan besi untuknya." (Saba', 34: 10)

Nabi Dawud a.s. adalah seorang pemimpin yang begitu adil dan menggunakan masa sehariannya dengan sempurna. Baginda memperuntukkan hari-hari khusus untuk beribadat, bertugas sebagai hakim, memberi pengajaran kepada kaumnya dan untuk kepentingan peribadi.

Kematian Nabi Dawud a.s.
Nabi Dawud a.s.meninggal dunia pada usia 70 tahun dan dikebumikan di Jurusalem.

Al Baqarah 71-75

71. Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu[63].
[63]. Karena sapi yang menurut syarat yang disebutkan itu sukar diperoleh, hampir mereka tidak dapat menemukannya.

72. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

73. Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu !" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti[64].
[64]. Menurut jumhur mufassirin ayat ini ada hubungannya dengan peristiwa yang dilakukan oleh seorang dari Bani Israil. Masing-masing mereka tuduh-menuduh tentang siapa yang melakukan pembunuhan itu. Setelah mereka membawa persoalan itu kepada Musa a.s., Allah menyuruh mereka menyembelih seekor sapi betina agar orang yang terbunuh itu dapat hidup kembali dan menerangkan siapa yang membunuhnya setelah dipukul dengan sebahagian tubuh sapi itu.

74. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

75. Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?[65].
[65]. Yang dimaksud ialah nenek-moyang mereka yang menyimpan Taurat, lalu Taurat itu dirobah-robah mereka; di antaranya sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat itu. 
 
 

11

english-words
apartemen
apartment
muncul
appear
makanan pembuka
appetizers
apel
apple
janji
appointment

english-phrases
Telepon saya.
Call me.
Telepon polisi.
Call the police.
Apakah saya bisa memakai internet di sini?
Can I access the Internet here?
Apakah saya boleh pinjam uang?
Can I borrow some money?
Apakah saya boleh membawa teman?
Can I bring my friend?

english-lesson
Elizabeth:Mau ke mana, Chris?
Chris, where are you going?
Chris:Saya mau pergi toko. Saya perlu membeli sesuatu.
I'm going to the store. I need to buy something.
Elizabeth:Oh ya? Saya juga perlu pergi ke toko.
Really? I need to go to the store too.
Chris:Apakah Anda mau ikut dengan saya?
Would you like to come with me?
Elizabeth:Ya, ayo pergi bersama-sama.
Yeah, let's go together.
Chris:Apakah Anda mau pergi sekarang atau nanti?
Would you like to go now or later?
Elizabeth:Sekarang.
Now.
Chris:Apa?
What?
Elizabeth:Sekarang lebih baik.
Now would be better.
Chris:Oke, ayo kita pergi.
OK, let's go.
Elizabeth:Apakah sebaiknya kita jalan kaki?
Should we walk?
Chris:Oh, tidak, terlalu jauh. Ayo naik mobil saja.
No, it's too far. Let's drive.

 

Thinkmii Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez