Jumat, 04 November 2011

SUAMI ISTRI YANG KELAPARAN LALU ALLAH MEMBERIKAN RIZKI UNTUK MEREKA MAKAN

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 12.32

Pengantar
Ini adalah kisah tentang
suami istri yang shalih.
Kelaparan menimpa
mereka berdua, lalu si
istri berdoa kepada Allah
agar merizkikan sesuatu
yang bisa mengusirrasa lapar dan menutupi
hajatnya. Maka Allah merizkikan rizki
sebagaimana dalam hadis ini.
Nash Hadis
Thabrani meriwayatkan dalam Al-Ausath
dan Baihaqi dalam Ad-Dalail dari Abu
Hurairah berkata, "Seorang laki-laki
tertimpa kelaparan, lalu dia pergi ke
daratan. Istrinya pun berdoa, "Ya Allah,
limpahkan rizki-Mu kepada kami apa yang
cukup untuk menjadi adonan kami dan roti
kami." Ketika suaminya pulang, nampannya
penuh dengan adonan dan di atas tungku
terdapat daging yang siap dimasak serta
penggilingan mereka bekerja menggiling.
Suaminya bertanya, "Dari mana semua ini?"
Istri menjawab, "Rizki dari Allah." Maka dia
menyapu apa yang ada di sekeliling
penggilingan. Rasulullah bersabda,
"Seandainya dia membiarkannya niscaya
penggilingan itu akan berputar atau
menggiling sampai hari Kiamat."
Tahrij Hadits
Hadis ini disebutkan oleh Syaikh Nashiruddin
Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadis As-
Shahihah (6/1051), no. 2937. Dia
menisbatkannya kepada Thabrani dalam
Mu'jamul Ausath, Baihaqi dalam Ad-Dalail,
Bazzar dalam Musnadnya, Ahmad dalam
Musnad-nya. Dia menyebutkan ucapan Al-
Haitsami tentangnya dalam Majmauz
Zawaid, "Diriwayatkan oleh Ahmad, Bazzar,
Thabrani dalam Al- Ausath dengan riwayat
yang senada, rawi-rawinya adalah rawi-
rawi hadis shahih, selain Syaikh Bazzar dan
Syaikh Thabrani, dan keduanya adalah
tsiqah."
Penjelasan Hadis
Rasulullah menceritakan sepasang suami
istri yang shalih. Keduanya dalam keadaan
sangat lapar. Saking laparnya, suaminya
tidak tahan berdiam di rumah. Dia pun
keluar ke daratan. Lalu si istri berdoa
kepada Allah agar memberinya rizki sebuah
penggilingan dan memberinya adonan untuk
membuat roti. Allah mengabulkan doanya.
Ketika suaminya pulang, nampan besar
yang biasa digunakan untuk mengaduk
adonan telah penuh dengan adonan, dan
penggilingan terus berputar menggiling biji-
bijian, sementara di atas tungku terdapat
daging yang melimpah siap untuk disate.
Suaminya bertanya, "Dari mana ini?"
Istrinya menjawab, "Dari rizki Allah." Lalu
suaminya menyapu remahan di sekeliling
penggilingan. Rasulullah menyampaikan
bahwa seandainya laki-laki ini membiarkan
penggilingan bekerja, niscaya ia terus
bekerja sampai hari Kiamat. Mungkin ada
yang tidak percaya kepada kisah seperti ini
dengan alasan karena tidak masuk akal.
Orang yang seperti ini, dia lupa bahwa itu
adalah rizki Allah kepada hamba-hamba-
Nya yang shalih sebagai karomah bagi
mereka dan Allah berkuasa atas segala
sesuatu. Dan hal seperti ini sudah sering
terjadi di banyak peristiwa pada masa
Rasulullah dan para sahabatnya, di mana
Allah melimpahkan makanan dan minuman,
lalu mereka makan dan minum dari
makanan dan minuman yang hanya cukup
untuk sedikit orang saja.
Pelajaran-Pelajaran & Faedah-
Faedah Hadis
1. Adanya karomah bagi hamba-hamba
Allah yang shalih. Hal ini ditetapkan oleh
banyak dalil yang sampai pada tingkat
mutawatir, dan beriman kepada karomah
para wali termasuk akidah Ahlus Sunnah
wal Jamaah.
2. Akan tetapi, karomah hanya terjadi pada
para wali yang benar-benar bertaqwa.
Sesuatu yang di luar batas kewajaran
mungkin saja terjadi pada orang terusak di
muka bumi ini, dan di antaranya adalah
Dajjal yang telah diberitakan oleh
Rasulullah.
3. Tidak boleh memberitakan karomah
seorang hamba Allah kecuali diyakini
kebenarannya atau dengan kesaksian atau
penglihatan. Banyak sekali dusta dalam hal
ini dari para pembual dan pendusta yang
memainkan akal manusia. Mereka
mengklaim secara dusta karomah untuk
diri mereka atau syaikh mereka.
4. Besarnya keutamaan doa. Allah telah
mengabulkan doa wanita ini. Sebagaimana
Allah berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu
berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya
Aku perkenankan bagimu." (QS. Ghafir: 60)
5. Adanya orang shalih pada zaman umat
terdahulu.
6. Dari hadis ini kita mengetahui bahwa
manusia sejak dulu telah mengenal adonan
dan roti. Mereka mengenal penggilingan
untuk menghaluskan bijibijian, nampan
untuk adonan, dan cetakan untuk membuat
dan mematangkan roti.
[Sumber: Kisah-Kisah Shalih Dalam al-
Qur'an & as-Sunnah [Edisi Indonesia],
Syaikh Umar Sulaiman al-Asqar, pent. Tim
Pustaka Elba, Pustaka Elba, Surabaya]

Kamis, 03 November 2011

Karena Do’a, Si Buta Yang Papa Mendapatkan Wanita Yang Sangat Cantik Jelita

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 07.31

Kisah ajaib ini, terjadi pada seorang buta
lagi miskin yang dicampakkan oleh kaum
wanita. Lalu dia berdo’a kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan Allah pun
mengabulkan do’anya dengan gadis yang
paling cantik di antara mereka. Kisah ini
disebutkan oleh Syaikh Abdul ‘Aziz al-‘Aql
dalam muhadarahnya yang berjudul
Qashash wa ‘Ibar. Kisah nyata ini terjadi
pada salah seorang kerabat Syaikh sendiri.
Syaikh Abdul Aziz mengatakan, “Diantara
kisah yang pernah saya alami adalah
seseorang dari famili saya yang hafal al-
Qur’an, dan yang shalih. Saya mengenalnya
dan kami mencintainya ketika kami masih
kanak-kanak. Orang tadi ahli bersilaturahim
dan selalu beristiqamah untuk taat kepada
Allah. Dan dia adalah orang yang buta. Pada
suatu hari, dia berkata kepada saya, “Hai
anakku -waktu itu saya berumur 16 atau
17 tahun- kenapa kamu tidak menikah?”
Saya jawab, “Hingga Allah memberi saya
rizqi.” Dia berkata, “Wahai putraku,
bersikap jujurlah kepada Allah, ketuklah
pintu Allah, dan berharaplah, pintu
kelapangan akan terbuka.” Kemudian dia
berkata kepada saya, “Duduklah wahai
putraku, aku akan menceritakan kepadamu,
apa yang pernah aku alami dulu.”
Dia melanjutkan, “Saya dulu benar-benar
miskin, ibu dan bapakku adalah orang
miskin, kami semua sangat miskin, aku
sendiri semenjak dilahirkan sudah menjadi
orang yang buta, pendek dan papa. Segala
sifat yang tidak disukai wanita ada padaku.
Kemudian aku sangat menginginkan
seorang wanita, akan tetapi kepada Allah
aku tumpahkan seluruh keprihatinanku,
karena dengan kondisiku yang seperti itu,
akan sulit rasanya untuk mendapatkan
seorang istri. Aku mendatangi ayahku
kemudian mengatakan, “Wahai ayah, aku
ingin menikah.” Maka ayahku
mentertawakanku. Aku memahami bahwa
tertawanya ayah adalah sebagai isyarat
agar aku berputus asa dan melupakan
keinginanku untuk menikah bahkan ayahku
sempat mengatakan, “Apakah engkau gila
nak? Siapa yang mau mengambilmu sebagai
menantu? Pertama, kamu buta. Kedua, kita
semua adalah orang yang sangat miskin.
Sadarlah nak! Tidak ada jalan untuk itu.
Sebenarnya, dengan kata-katanya itu ayah
telah membunuhku. Waktu itu aku berumur
kira-kira 24 atau 25 tahun. Lalu akupun
pergi menemui ibuku. Mengadukan perihalku,
barangkali ia dapat membujuk ayahku.
Hampir saja aku menangis, ketika ibuku
juga mengucapkan kata-kata seperti yang
diucapkan oleh ayah. Dia mengatakan,
“Anakku, kamu akan nikah?! Apakah kamu
tidak waras nak?! Siapa wanita yang mau
sama kamu?! Daimana kamu mendapatkan
harta?! Kamu tahu sendiri, bahwa kita
semuanya ini sangat membutuhkan sedikit
harta untuk bertahan hidup. Kemudian
kamu juga jangan lupa, bahwa hutang kita
telah menumpuk.” Aku tidak berputus asa,
kuulangi lagi usahaku untuk memahamkan
ayah dan ibuku. Akan tetapi sikap dan
jawaban mereka tetap tidak berubah. Pada
suatu malam, aku berkata, “Mengapa aku
tidak mengadukan hal ini pada Tuhanku
yang Maha Pengasih dan Penyayang?
Mengapa aku merengek-rengek dihadapan
ayah dan ibu yang memang tidak mampu
melakukan apa-apa? Mengapa aku tidak
mengetuk pintu ilahi yang Maha Kuasa dan
Perkasa?” Lalu akupun shalat di akhir
malam sebagaimana kebiasaanku. Aku
mengangkat tangan kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala dan aku katakan diantara do’aku,
Ya Allah, ya Tuhanku, mereka mengatakan
kalau aku miskin padahal Engkaulah yang
membuat aku miskin. Mereka mengatakan
kalau aku buta, padahal Engkaulah yang
mengambil penglihatanku. Mereka
mengatakan kalau aku adalah jelek dan
buruk, padahal Engkaulah yang menciptakan
aku. Ilahi, Tuhanku, Tuanku dan Penolongku,
tidak ada sesembahan yang benar kecuali
Engkau, Engkau mengetahui apa yang ada
di dalam jiwaku. Engkau mengetahui
keinginanku untuk menikah, dan aku tidak
ada daya dan upaya untuk itu. Ayah dan
ibuku menyatakan tidak sanggup. Ya Allah,
mereka memang tidak sanggup dan tidak
mampu. Aku memahami kondisi mereka.
Tetapi Engkau adalah Maha Mulia dan
Perkasa yang tidak terkalahkan oleh
apapun. Ilahi, kumohon satu rahmat dari
rahmat-Mu. Wahai Tuhan yang Maha Mulia,
Maha Pengasih dan Penyayang, berikanlah
kepadaku dengan segera seorang istri
yang penuh berkah, shalihah, dan cantik
jelita. Yang menenangkan hatiku dan yang
menyatukan jiwaku.
Aku berdo’a sementara kedua mataku,
mengucurkan air mata dan hatiku menangis
merendah dihadapan Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Karena aku shalat malam di awal
waktu, maka akupun mengantuk. Ketika aku
tertidur, aku bermimpi seolah-olah aku
berada di sebuah tempat yang sangat
panas. Sepertinya ada kobaran api yang
sangat dahsyat. Tidak lama setelah itu, aku
melihat ada satu kemah yang turun dari
langit. Kemah yang sangat indah
mempesona, belum pernah aku melihat
sebelumnya. Hingga kemah itupun turun di
atasku dan memayungiku. Bersamaan
dengan itu, ada hawa dingin yang aku tidak
mampu menceritakannya karena benar-
benar membawa sebuah kedamaian, hingga
aku terbangun karena kedinginan setelah
merasa kepanasan yang amat sangat. Aku
terbangun dan perasaanku sangat senang
dengan mimpi tersebut. Di pagi yang buta
aku pergi menemui seorang alim yang
dapat menafsiri mimpi.
Maka setelah aku ceritakan apa yang
kualami dalam mimpi itu, seorang alim
tersebut mengatakan kepadaku, “Hai
anakku, engkau sudah menikah, jika tidak,
mengapa kamu tidak menikah?” Maka saya
katakan, “Tidak, demi Allah saya belum
menikah.” Dia bertanya, “Mengapa engkau
tidak menikah?” Kukatakan, “Demi Allah Ya
Syaikh, seperti yang engku ketahui, aku
adalah seorang yang buta lagi miskin, dan
buruk rupa.” Dia berkata, “Hai anakku,
apakah tadi malam engkau telah mengetuk
pintu Tuhan mu?” Kukatakan, “Ya, aku telah
mengetuk pintu Tuhan ku.” Syaikh berkata,
“Pergilah wahai putraku, perhatikanlah gadis
yang paling cantik dalam benakmu dan
pinanglah, karena pintu itu telah terbuka
untukmu. Ambillah yang terbaik apa yang
ada dalam dirimu dan jangan merasa
rendah dengan mengatakan, “Aku adalah
seorang yang buta, maka aku akan
mencari wanita yang buta pula, jika tidak
maka yang begini, dan yang begitu. Tetapi
perhatikanlah gadis yang terbaik, karena
pintu itu telah dibuka untukmu.”
Setelah aku berfikir dalam diriku, aku
memilih gadis yang dikenal sebagai gadis
yang paling cantik di daerah itu disamping
memiliki nasab dan keluarga yang
terhormat. Maka aku mendatangi ayah,
kukatakan barangkali ayah mau pergi
kepada mereka guna meminang gadis itu
untukku. Ayah menolak dengan keras, lebih
keras dari penolakannya yang pertama. Dia
benar-benar menolak secara mentah-
mentah mengingat rupaku yang buruk dan
kemelaratanku, apalagi gadis yang
kuinginkan adalah gadis yang paling cantik
di negeri itu. Maka aku pergi sendiri. Aku
bertamu kepada keluarga itu, mengucapkan
salam kepada mereka dan mengatakan
kepada orang tuanya, “Saya menginginkan
Fulanah (maksudnya putrinya).” Dia
menjawab, “Kamu menginginkan putriku?”
Saya jawab, “Ya.” Maka dia menjawab,
“Demi Allah, ahlan wasahlan, wahai putra
Fulan, selamat datang wahai pembawa Al-
Qur’an, demi Allah hai putraku, kami tidak
mendapatkan laki-laki yang lebih baik
darimu, akan tetapi aku berharap agar
putriku mau menerimanya.” Kemudian ia
pergi menuju putrinya dan mengatakan,
“Wahai putriku, ini Fulan datang
meminangmu. Memang dia buta akan tetapi
dia hafal Al-Qur’an, dia menyimpan Al-
Qur’an di dalam dadanya. Apabila engkau
dapat merelakannya untukmu, maka
tawakkallah kepada Allah.” Sang putripun
menjawab, “Sesudahmu, tidak ada hal lain
wahai ayah, kami bertawakkal kepada
Allah.”
Selang sepekan setelah itu, wanita cantik
itupun menjadi istri bagi si buta yang
miskin dengan taufik Allah dan kemudahan
dariNya karena keutamaan Al-Qur’an.
Walhamdulillahirabbil ‘alamin.
Sumber: www.qiblati.com.

Rabu, 19 Oktober 2011

Muslimah

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 19.52

أَسْتَغْفِرُاللَّهُ

Setelah membaca buku berjudul "Belajar dari Aisyah" kini ku tahu sosok muslimah sebenarnya seperti apa. Sungguh jauh dari diriku.

Wanita adalah perhiasan. Wanita diciptakan dengan keindahan. Dan sesungguhnya keindahan wanita itu tak sepantasnya diperlihatkan kpd dunia kecuali kpd sang suami.

wanita adalah aurat. Wanita adalah sumber fitnah. Oleh karena itu wajib bagi kita menutup aurat. Jangan sampai gara2 kita orang lain mendapatkan dosa karena melihat keindahan dari seorang wanita.

rasulullah pernah bersabda kpd para muslimah "wahai para wanita, perbanyaklah bersedekah! Krn aku melihat kebanyakan dr kalian a/ penghuni neraka"
Smoga kita semua bukan termasuk wanita yg dimaksud Rasulullah
آمِّينَ آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Zaman sekarang, begitu berbeda dgn dulu. Sekarang wanita dengan gencar2nya bersorak atas nama "kesetaraan gender antara laki2 dan perempuan".
Sadarkah kalian ukhty??
Kita diciptakan dari tulang rusuk lelaki.
Tahukah kalian maknanya??
Itu artinya kita diciptakan oleh Allah untuk menjadi pendamping dari suami kita.

Siapa bilang wanita yg tidak aktif di luar rumah itu tdk sukses??
Salah!

Ingatlah,, dibalik kesuksesan seorang pria ada sosok yg begitu penting di sampingnya. Dialah wanita. Baik itu ibu maupun istri.

Kita semua baik laki2 maupun perempuan, dilahirkan dari rahim seorang ibu. Dan madrasah pertama kita bukanlah sekolah tapi dialah seorang ibu. Ia mengajari kita segala yg baik sampai akhirnya seseorang bisa sukses.

Muslimah di zaman Rasulullah sangat menjaga dirinya. Selalu menjaga kehormatan dan pandangannya. Mereka sukses walaupun berada di dalam rumah. Mereka sukses membuat anak dan suaminya berada di jalan Allah.

Sudah saatnya kita berdiam diri di istana kita. Sudah saatnya kita bangga dgn Islam dan hijab kita,

Apa gunanya jika kita sukses di luar sana tapi di dalam rmh tangga kita gagal??
Tahukah kalian,, setelah wanita menikah maka ridho suami ridho Allah....

Jangan salah ukhty,, semua aturan Islam mempunyai makna. Ayat hijab langsung turun dari Allah swt. Itu adalah sebuah perintah sang pencipta kita. Mari kita berusaha sedikit demi sedikit untuk menjaga hijab dengan saudara2 ikhwan di luar sana.
semua demi kemaslahatan umat. Janganlah kita bercampur baur dengan lelaki yg bukan mahram kita. Ingatlah setan akan selalu berusaha membisik telinga ini. Dan ketahuilah ukhty.. OBJEK (SASARAN) UTAMA SETAN ADALAH WANITA...
Krna dengan wanita seorang lelaki bisa hancur.

Maka jgalah diri kita... Jangan sampai kita membuat kerusakan untuk orang2 di sekitar kita. Kodrat kita diciptakan memang dengan keindahan dan kelembutan.

Tetap hamasah ukhty!
Masih banyak jalan menuju roma,,
Di rumahpun kita bisa melakukan segalanya,, termasuk bisnis ataupun yg lainnya...!!


ˆ⌣ˆ rahmi ˆ⌣ˆ


Sabtu, 08 Oktober 2011

Fatimah Az Zahra

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 16.34

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Terima kasih kpd Allah yg telah menakdirkanku untuk membaca sebuah buku fenomenal karya ustadz Felix. Terima kasih jg kpd penulisnya krn atas bacaan dlm bukunya lah membuat mencari tahu sosok inspirasi untuk diriku khususnya kaum hawa.

Dialah Fatimah Az Zahra, putri Rasulullah saw. Insya Allah akan kunamai anakku dgn nama yg sama dengan putri Rasulullah ini. آمِّينَ آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Benar kata Ustad Felix dalam bukunya, sejarah bukan sembarang peljaran. Sejarah mampu membangkitkan semangat kita. Sejarah mampu membuat hidup kita lebih terarah karena dengan mengambil hikmah di balik sejarah maka kita akan melakukan hal-hal yg telah berhasil dilakukan oleh org2 dulu, dan kita akan berusaha tentunya untuk mencari jalan keluar atas kegagalan yg mereka lakukan. Jadi kita tdk memulai lg sesuatu dr nol melainkan kita meneruskannya.

Setelah membaca 1 artikel tentang Fatimah Az Zahra, kumengeluarkan air mata ini. Ya Allah, smoga dengan menjadikannya sbg inspirasiku aku bisa menjadi seperi dia walaupun tidak seutuhnya. Semoga di akhirat kelak aku bisa berdampingan dengan keluarga Rasulullah.

Kenapa aku menangis??
Aku menangis krn hal ini
"Ketika itu Nabi membisikkan sesuatu ke kuping Fatimah (sblm wafatnya beliau). Kemudian membuat Fatimah menangis kemudian Nabi membisikkan sesuatu yg membuat Fatimah tersenyum. Ayahnya membisikkan berita kematiannya, itulah yg membuat dia menangis kemudian Nabi mengatakan bahwa Fatimah adalah orang pertama yg akan berkumpul dengannya di alam baka, maka Fatimah menjadi bahagia"

Subhanallah, Fatimah tlah dijanjikan menemani kembali Ayahnya di alam baka nanti. Hatiku tersentuh. Akupun ingin sepertinya. Berada di dekat Rasulku.

Sifat yang dimiliki Fatimahpun tidak jauh berbeda dengan sang Ayah. Dia dikenal sebagai perempuan yg begitu lembut tutur katanya dan murah hati. Prinsip yg dia bangun dengan suami adalah mementingkan orang lain drpd dirinya sendiri. Pernah suatu hari datang seorang tamu ke rumahnya yang meminta makanan. Padahal pada saat itupun ia tidak mempunyai sedikitpun makanan. Tapi dengan kemurahan hatinya, ia memberikan kain kerudungnya kepada tamu itu. Ia menyuruh tamu tersebut untuk menjualnya dan membelikannya jagung. Kemudian jagung itu dia masak untuk dimakan oleh tamu tersebut. Bahkan ia sama sekali tidak mencicipi makanan tersebut karena ia berprinsip itu bukan lg haknya.
Ia pernah berkata "sy tidak dapat menolak seorang tamu yg lapar tanpa memberinya makan sampai kenyang"

Subhanallah, pantaslah dia disebut sebagai "ratu segenap wanita yg berada di surga".

1 hal lg yang membuatku kagum kepadanya. Yaitu Doanya kpd Allah swt.
"Ya Allah, kecilkanlah jiwaku di mataku dan tampakkanlah keagunganMu kpdku. Ya Allah, sibukkanlah aku dgn tugas yang aku pikul saat engkau menciptakanku & jgn engkau sibukkan aku dgn hal2 yg lain"
"Ya Allah, berilah aku keikhlasan. Aku ingin aku tetap tunduk dan menghamba kepada.u di kala senang dan susah. Ya Allah, hiasilah aku dengan iman & masukkanlah aku ke dlm golongan mereka yg mendpat petunjuk"
"Ya Allah, perbaikilah duniaku, bergantungnya kehidupanku. Perbaikilah kondisi akhiratku krn kesanalah aku akan kembali"

Kemuliaan hatinya tak terbandingi dgn wanita manapun. Itu pula yg org2 sekelilingnya rasakan.

Aku ingin sepertimu Fatimah
Aku ingin memiliki hatimu yg penyantun
Aku ingin memiliki imanmu yg bgitu religius
Aku juga ingin bersama Rasulullah seperti di akhirat nanti

Doaku
"Ya Allah, anugerahilah diriku kemuliaan seorang putri Rasulullah, Fatimah"

Sabtu, 01 Oktober 2011

Al Quran merindumu

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 14.41

Agama Islam adalah agama yg dibawa oleh Rasulullah SAW sebagai cahaya yg terang benderang untuk semua umat di dunia ini. Agama Islam datang untuk meluruskan segala yg bengkok.

Dalam Al Quran telah Allah jelaskan segala sesuatu. Tentang kehidupan kita di dunia ini, maupun tentang kehidupan akhirat. Al Quran adalah kitab yang telah disempurnakan. Mau berbicara tentang masa lampau, masa sekarang, maupun masa yg akan datang semuanye ade di dalam Al Quran. Al Quran akan selalu sinkron dari masa ke masa. Dan Al Quran adalah satu-satunya kitab yang dijaga kesuciannya. Dari awal sampe sekarangpun Al Quran masih sama. Tak ada perubahan sedikitpun.

Al Quran adalah pedoman hidup umat Islam. Tapi entah kenapa di zaman sekarang ini, ia seakan-akan dilupakan. Dulu di waktu kita masih kecil, kita selalu membukanya. Stiap selesai shalat tak lupa kita lantunkan suara yg indah dengan membacanya. Tapi kenapa sekarang dia hanya menjadi sebuah pajangan yang sudah mulai berdebu di dalam lemari kita??
Andaikan Al Quran bisa berbicara, dia akan menangis. Kemana sahabat kecilku dulu?? Aku rindu dipeluk olehnya. Sekarang aku dilupakan. Aku seakan-akan sebuah barang kuno yang hanya menjadi pajangan.

Saudara-saudari seimanku. Tahukah kalian, di akhirat nanti akan ada sosok yang mencari-cari kita. Ia membawa sebuah cahaya yg terang benderang untuk menyelamatkan kita. Bahkan ia juga akan menyelamatkan kedua orang tua kita. Itulah dia "AL QURAN"
Di akhirat nanti ia datang mencari org2 yang selalu membacanya, mengamalkan isinya.

Aku pernah mendengar sebuah kisah. seorang ayah dan ibu begitu kagetnya ketika di hari akhirat tiba-tiba mendapatkan sebuah emas yang indahnya melebihi dunia ini. Mereka bingung dari mana datangnya. Mereka berkata "amalan kami tak sebanding dengan keindahannya, darimanakah datangnya emas ini, amalan kami di dunia tak sepadan". Kemudian di jwbnya "itu karena dulu anakmu menjadikanku sahabatnya, ia mempelajariku membacaku dan mengamalkanku".

Subhanallah,, amalan kita juga dirasakan oleh kedua orangtua kita. ˆ⌣ˆ
Kalian tentu mau seperti itukan??

Hayoo,, sekarang buka lemari, bersihkan debu pada Al Quran. Sekarang jadikan dia kembali sahabat kita.

Semoga kita semua selalu diberi hidayah dan petunjuk dari Allah swt.


Agama Islam adalah agama yg dibawa oleh Rasulullah SAW sebagai cahaya yg terang benderang untuk semua umat di dunia ini. Agama Islam datang untuk meluruskan segala yg bengkok.

Dalam Al Quran telah Allah jelaskan segala sesuatu. Tentang kehidupan kita di dunia ini, maupun tentang kehidupan akhirat. Al Quran adalah kitab yang telah disempurnakan. Mau berbicara tentang masa lampau, masa sekarang, maupun masa yg akan datang semuanye ade di dalam Al Quran. Al Quran akan selalu sinkron dari masa ke masa. Dan Al Quran adalah satu-satunya kitab yang dijaga kesuciannya. Dari awal sampe sekarangpun Al Quran masih sama. Tak ada perubahan sedikitpun.

Al Quran adalah pedoman hidup umat Islam. Tapi entah kenapa di zaman sekarang ini, ia seakan-akan dilupakan. Dulu di waktu kita masih kecil, kita selalu membukanya. Stiap selesai shalat tak lupa kita lantunkan suara yg indah dengan membacanya. Tapi kenapa sekarang dia hanya menjadi sebuah pajangan yang sudah mulai berdebu di dalam lemari kita??
Andaikan Al Quran bisa berbicara, dia akan menangis. Kemana sahabat kecilku dulu?? Aku rindu dipeluk olehnya. Sekarang aku dilupakan. Aku seakan-akan sebuah barang kuno yang hanya menjadi pajangan.

Saudara-saudari seimanku. Tahukah kalian, di akhirat nanti akan ada sosok yang mencari-cari kita. Ia membawa sebuah cahaya yg terang benderang untuk menyelamatkan kita. Bahkan ia juga akan menyelamatkan kedua orang tua kita. Itulah dia "AL QURAN"
Di akhirat nanti ia datang mencari org2 yang selalu membacanya, mengamalkan isinya.

Aku pernah mendengar sebuah kisah. seorang ayah dan ibu begitu kagetnya ketika di hari akhirat tiba-tiba mendapatkan sebuah emas yang indahnya melebihi dunia ini. Mereka bingung dari mana datangnya. Mereka berkata "amalan kami tak sebanding dengan keindahannya, darimanakah datangnya emas ini, amalan kami di dunia tak sepadan". Kemudian di jwbnya "itu karena dulu anakmu menjadikanku sahabatnya, ia mempelajariku membacaku dan mengamalkanku".

Subhanallah,, amalan kita juga dirasakan oleh kedua orangtua kita. ˆ⌣ˆ
Kalian tentu mau seperti itukan??

Hayoo,, sekarang buka lemari, bersihkan debu pada Al Quran. Sekarang jadikan dia kembali sahabat kita.

Semoga kita semua selalu diberi hidayah dan petunjuk dari Allah swt.

Jumat, 30 September 2011

bersamaNya

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 15.34

ayah pernah bilang "jikalau Allah bersamamu, tak ada yg dpt mengalahkanmu"

Kata2 itu yang sekarang aku pikirkan. Apasih
maksud ayah bilang seperti itu?? Ku coba menela kata demi kata pada kalimat itu dan akhirnya kumengerti.

Yaah, ayah benar. Allahlah yg mengatur segala yang ada di alam ini. Manusia hanya bisa berenca tapi Allahlah yang menghendaki rencana tersebut. "Kunfayakun".

Jika kita termasuk ke dalam org2 yang bersama Allah, insya Allah apapun yg terjadi akan terasa damai dalam hati kita.

Dan tahukah kalian siapakah orang2 yg bersama Allah itu?
Mereka adalah orang2 yg dimanapun, kapanpun selalu mengingat Allah. Melaksanakan segala perintahnya, menjauhi segala larangannya. Termasukkah kita??

Mereka memperoleh nikmat batin yang luar biasa. Selalu merasa damai dan tenteram apapun yg terjadi pada diri mereka.

Bagamana tdk??
"Jika mendapat nikmat mereka bersyukur, jika mendapat musibah mereka beristigfar"
Mereka selalu positive thinking terhadap takdir Allah. Nikmat ataupun musibah sama saja bagi mereka. Mendapat nikmat mereka bersyukur mendapat musibah mereka beristigfar dan mencari hikmah di balik musibah itu. Dan ketika mereka menemukan hikmahnya mereka bersyukur.
Subhanallah.m semoga kita bisa termasuk ke dalam golongan org2 yang bersama Allah swt.

Ayah, kalimat mutiara yang kau ucapkan begitu singkat tetapi maknanya begitu luas. Terima kasih untuk setiap petuah2 yang kau sampaikan kepadaku.

Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mengirimkan seorang Ayah seperti dia.



ayah pernah bilang "jikalau Allah bersamamu, tak ada yg dpt mengalahkanmu"

Kata2 itu yang sekarang aku pikirkan. Apasih
maksud ayah bilang seperti itu?? Ku coba menela kata demi kata pada kalimat itu dan akhirnya kumengerti.

Yaah, ayah benar. Allahlah yg mengatur segala yang ada di alam ini. Manusia hanya bisa berenca tapi Allahlah yang menghendaki rencana tersebut. "Kunfayakun".

Jika kita termasuk ke dalam org2 yang bersama Allah, insya Allah apapun yg terjadi akan terasa damai dalam hati kita.

Dan tahukah kalian siapakah orang2 yg bersama Allah itu?
Mereka adalah orang2 yg dimanapun, kapanpun selalu mengingat Allah. Melaksanakan segala perintahnya, menjauhi segala larangannya. Termasukkah kita??

Mereka memperoleh nikmat batin yang luar biasa. Selalu merasa damai dan tenteram apapun yg terjadi pada diri mereka.

Bagamana tdk??
"Jika mendapat nikmat mereka bersyukur, jika mendapat musibah mereka beristigfar"
Mereka selalu positive thinking terhadap takdir Allah. Nikmat ataupun musibah sama saja bagi mereka. Mendapat nikmat mereka bersyukur mendapat musibah mereka beristigfar dan mencari hikmah di balik musibah itu. Dan ketika mereka menemukan hikmahnya mereka bersyukur.
Subhanallah.m semoga kita bisa termasuk ke dalam golongan org2 yang bersama Allah swt.

Ayah, kalimat mutiara yang kau ucapkan begitu singkat tetapi maknanya begitu luas. Terima kasih untuk setiap petuah2 yang kau sampaikan kepadaku.

Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mengirimkan seorang Ayah seperti dia.

Rabu, 28 September 2011

Bersyukurlah

Diposting oleh Rahmi Andriyani Syam di 21.04

Musibah ataupun nikmat sama saja untukku. Itulah 1 cara hidup yg sangat aku kagumi dr ayahku. Dia selalu mengajarkanku akan bersyukur kpd Allah swt baik dlm keadaan apapun.

Ayahq bilang "nak, smuanya pasti ada hikmahnya. Tetaplah dan selalu bersyukur apapun yg terjadi"
I love u dad, u're my hero. Engkaulah teladanku, smoga di suatu hari nanti kutemukan seorang suami yang seperti ayahandaku. Amin

Ayah selalu membriku solusi terbaik untuk setiap masalahku. Dia hanya punya satu jawaban di setiap keluhan2ku, jwbnnya itupun yang selalu membuatku tenteram dan damai. "Perbaiki aqidahmu nak, ingat Allah yang mengatur segalanya, kita hanya bisa berusaha, bdoa, n bertawakal."

Di saat wajahku jerawatan dia blng "nak, ingat AQIDAH, Allah yg berkehendak akan segalaNya, jgn sampe krn bedak aqidahmu bergeser krn pcya klo bedak yg menyembuhkan. Allahlah yg menyembuhkan. Skrg niatkan saja, air wudhu sebagai obat untuk wajahmu. Insya Allah."
Walaupun hanya lewat telpon ku mendengar ucapannya, aku begitu meresapinya.

Di saat nilaiku anjlok, "nak, ingat AQIDAH, ada hikmah dibalik kamu mengikuti SP ini. Syukurilah nak, masih banyak org di luar sana yg mau kuliah tapi krn biaya mereka tdk mampu. Allah yg berkehendak, belajar + doa + tawakal insya Allah"
Dan dia mengatakn itu lewat telpon jg.

Ayahhhh...
Aku merindukanmu...
Aku mencintaimu...
Insya Allah, suatu hari nanti akan kubalas smua jasa2mu ayah...
Insya Allah, suatu hari nanti Engkau akan bangga melihat putrimu ini berhasil karena pengajaranmu...
Aku bangga menjadi anakmu...


Jumat, 04 November 2011

SUAMI ISTRI YANG KELAPARAN LALU ALLAH MEMBERIKAN RIZKI UNTUK MEREKA MAKAN


Pengantar
Ini adalah kisah tentang
suami istri yang shalih.
Kelaparan menimpa
mereka berdua, lalu si
istri berdoa kepada Allah
agar merizkikan sesuatu
yang bisa mengusirrasa lapar dan menutupi
hajatnya. Maka Allah merizkikan rizki
sebagaimana dalam hadis ini.
Nash Hadis
Thabrani meriwayatkan dalam Al-Ausath
dan Baihaqi dalam Ad-Dalail dari Abu
Hurairah berkata, "Seorang laki-laki
tertimpa kelaparan, lalu dia pergi ke
daratan. Istrinya pun berdoa, "Ya Allah,
limpahkan rizki-Mu kepada kami apa yang
cukup untuk menjadi adonan kami dan roti
kami." Ketika suaminya pulang, nampannya
penuh dengan adonan dan di atas tungku
terdapat daging yang siap dimasak serta
penggilingan mereka bekerja menggiling.
Suaminya bertanya, "Dari mana semua ini?"
Istri menjawab, "Rizki dari Allah." Maka dia
menyapu apa yang ada di sekeliling
penggilingan. Rasulullah bersabda,
"Seandainya dia membiarkannya niscaya
penggilingan itu akan berputar atau
menggiling sampai hari Kiamat."
Tahrij Hadits
Hadis ini disebutkan oleh Syaikh Nashiruddin
Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadis As-
Shahihah (6/1051), no. 2937. Dia
menisbatkannya kepada Thabrani dalam
Mu'jamul Ausath, Baihaqi dalam Ad-Dalail,
Bazzar dalam Musnadnya, Ahmad dalam
Musnad-nya. Dia menyebutkan ucapan Al-
Haitsami tentangnya dalam Majmauz
Zawaid, "Diriwayatkan oleh Ahmad, Bazzar,
Thabrani dalam Al- Ausath dengan riwayat
yang senada, rawi-rawinya adalah rawi-
rawi hadis shahih, selain Syaikh Bazzar dan
Syaikh Thabrani, dan keduanya adalah
tsiqah."
Penjelasan Hadis
Rasulullah menceritakan sepasang suami
istri yang shalih. Keduanya dalam keadaan
sangat lapar. Saking laparnya, suaminya
tidak tahan berdiam di rumah. Dia pun
keluar ke daratan. Lalu si istri berdoa
kepada Allah agar memberinya rizki sebuah
penggilingan dan memberinya adonan untuk
membuat roti. Allah mengabulkan doanya.
Ketika suaminya pulang, nampan besar
yang biasa digunakan untuk mengaduk
adonan telah penuh dengan adonan, dan
penggilingan terus berputar menggiling biji-
bijian, sementara di atas tungku terdapat
daging yang melimpah siap untuk disate.
Suaminya bertanya, "Dari mana ini?"
Istrinya menjawab, "Dari rizki Allah." Lalu
suaminya menyapu remahan di sekeliling
penggilingan. Rasulullah menyampaikan
bahwa seandainya laki-laki ini membiarkan
penggilingan bekerja, niscaya ia terus
bekerja sampai hari Kiamat. Mungkin ada
yang tidak percaya kepada kisah seperti ini
dengan alasan karena tidak masuk akal.
Orang yang seperti ini, dia lupa bahwa itu
adalah rizki Allah kepada hamba-hamba-
Nya yang shalih sebagai karomah bagi
mereka dan Allah berkuasa atas segala
sesuatu. Dan hal seperti ini sudah sering
terjadi di banyak peristiwa pada masa
Rasulullah dan para sahabatnya, di mana
Allah melimpahkan makanan dan minuman,
lalu mereka makan dan minum dari
makanan dan minuman yang hanya cukup
untuk sedikit orang saja.
Pelajaran-Pelajaran & Faedah-
Faedah Hadis
1. Adanya karomah bagi hamba-hamba
Allah yang shalih. Hal ini ditetapkan oleh
banyak dalil yang sampai pada tingkat
mutawatir, dan beriman kepada karomah
para wali termasuk akidah Ahlus Sunnah
wal Jamaah.
2. Akan tetapi, karomah hanya terjadi pada
para wali yang benar-benar bertaqwa.
Sesuatu yang di luar batas kewajaran
mungkin saja terjadi pada orang terusak di
muka bumi ini, dan di antaranya adalah
Dajjal yang telah diberitakan oleh
Rasulullah.
3. Tidak boleh memberitakan karomah
seorang hamba Allah kecuali diyakini
kebenarannya atau dengan kesaksian atau
penglihatan. Banyak sekali dusta dalam hal
ini dari para pembual dan pendusta yang
memainkan akal manusia. Mereka
mengklaim secara dusta karomah untuk
diri mereka atau syaikh mereka.
4. Besarnya keutamaan doa. Allah telah
mengabulkan doa wanita ini. Sebagaimana
Allah berfirman, artinya, "Dan Tuhanmu
berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya
Aku perkenankan bagimu." (QS. Ghafir: 60)
5. Adanya orang shalih pada zaman umat
terdahulu.
6. Dari hadis ini kita mengetahui bahwa
manusia sejak dulu telah mengenal adonan
dan roti. Mereka mengenal penggilingan
untuk menghaluskan bijibijian, nampan
untuk adonan, dan cetakan untuk membuat
dan mematangkan roti.
[Sumber: Kisah-Kisah Shalih Dalam al-
Qur'an & as-Sunnah [Edisi Indonesia],
Syaikh Umar Sulaiman al-Asqar, pent. Tim
Pustaka Elba, Pustaka Elba, Surabaya]

Kamis, 03 November 2011

Karena Do’a, Si Buta Yang Papa Mendapatkan Wanita Yang Sangat Cantik Jelita


Kisah ajaib ini, terjadi pada seorang buta
lagi miskin yang dicampakkan oleh kaum
wanita. Lalu dia berdo’a kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan Allah pun
mengabulkan do’anya dengan gadis yang
paling cantik di antara mereka. Kisah ini
disebutkan oleh Syaikh Abdul ‘Aziz al-‘Aql
dalam muhadarahnya yang berjudul
Qashash wa ‘Ibar. Kisah nyata ini terjadi
pada salah seorang kerabat Syaikh sendiri.
Syaikh Abdul Aziz mengatakan, “Diantara
kisah yang pernah saya alami adalah
seseorang dari famili saya yang hafal al-
Qur’an, dan yang shalih. Saya mengenalnya
dan kami mencintainya ketika kami masih
kanak-kanak. Orang tadi ahli bersilaturahim
dan selalu beristiqamah untuk taat kepada
Allah. Dan dia adalah orang yang buta. Pada
suatu hari, dia berkata kepada saya, “Hai
anakku -waktu itu saya berumur 16 atau
17 tahun- kenapa kamu tidak menikah?”
Saya jawab, “Hingga Allah memberi saya
rizqi.” Dia berkata, “Wahai putraku,
bersikap jujurlah kepada Allah, ketuklah
pintu Allah, dan berharaplah, pintu
kelapangan akan terbuka.” Kemudian dia
berkata kepada saya, “Duduklah wahai
putraku, aku akan menceritakan kepadamu,
apa yang pernah aku alami dulu.”
Dia melanjutkan, “Saya dulu benar-benar
miskin, ibu dan bapakku adalah orang
miskin, kami semua sangat miskin, aku
sendiri semenjak dilahirkan sudah menjadi
orang yang buta, pendek dan papa. Segala
sifat yang tidak disukai wanita ada padaku.
Kemudian aku sangat menginginkan
seorang wanita, akan tetapi kepada Allah
aku tumpahkan seluruh keprihatinanku,
karena dengan kondisiku yang seperti itu,
akan sulit rasanya untuk mendapatkan
seorang istri. Aku mendatangi ayahku
kemudian mengatakan, “Wahai ayah, aku
ingin menikah.” Maka ayahku
mentertawakanku. Aku memahami bahwa
tertawanya ayah adalah sebagai isyarat
agar aku berputus asa dan melupakan
keinginanku untuk menikah bahkan ayahku
sempat mengatakan, “Apakah engkau gila
nak? Siapa yang mau mengambilmu sebagai
menantu? Pertama, kamu buta. Kedua, kita
semua adalah orang yang sangat miskin.
Sadarlah nak! Tidak ada jalan untuk itu.
Sebenarnya, dengan kata-katanya itu ayah
telah membunuhku. Waktu itu aku berumur
kira-kira 24 atau 25 tahun. Lalu akupun
pergi menemui ibuku. Mengadukan perihalku,
barangkali ia dapat membujuk ayahku.
Hampir saja aku menangis, ketika ibuku
juga mengucapkan kata-kata seperti yang
diucapkan oleh ayah. Dia mengatakan,
“Anakku, kamu akan nikah?! Apakah kamu
tidak waras nak?! Siapa wanita yang mau
sama kamu?! Daimana kamu mendapatkan
harta?! Kamu tahu sendiri, bahwa kita
semuanya ini sangat membutuhkan sedikit
harta untuk bertahan hidup. Kemudian
kamu juga jangan lupa, bahwa hutang kita
telah menumpuk.” Aku tidak berputus asa,
kuulangi lagi usahaku untuk memahamkan
ayah dan ibuku. Akan tetapi sikap dan
jawaban mereka tetap tidak berubah. Pada
suatu malam, aku berkata, “Mengapa aku
tidak mengadukan hal ini pada Tuhanku
yang Maha Pengasih dan Penyayang?
Mengapa aku merengek-rengek dihadapan
ayah dan ibu yang memang tidak mampu
melakukan apa-apa? Mengapa aku tidak
mengetuk pintu ilahi yang Maha Kuasa dan
Perkasa?” Lalu akupun shalat di akhir
malam sebagaimana kebiasaanku. Aku
mengangkat tangan kepada Allah Subhanahu
wa Ta’ala dan aku katakan diantara do’aku,
Ya Allah, ya Tuhanku, mereka mengatakan
kalau aku miskin padahal Engkaulah yang
membuat aku miskin. Mereka mengatakan
kalau aku buta, padahal Engkaulah yang
mengambil penglihatanku. Mereka
mengatakan kalau aku adalah jelek dan
buruk, padahal Engkaulah yang menciptakan
aku. Ilahi, Tuhanku, Tuanku dan Penolongku,
tidak ada sesembahan yang benar kecuali
Engkau, Engkau mengetahui apa yang ada
di dalam jiwaku. Engkau mengetahui
keinginanku untuk menikah, dan aku tidak
ada daya dan upaya untuk itu. Ayah dan
ibuku menyatakan tidak sanggup. Ya Allah,
mereka memang tidak sanggup dan tidak
mampu. Aku memahami kondisi mereka.
Tetapi Engkau adalah Maha Mulia dan
Perkasa yang tidak terkalahkan oleh
apapun. Ilahi, kumohon satu rahmat dari
rahmat-Mu. Wahai Tuhan yang Maha Mulia,
Maha Pengasih dan Penyayang, berikanlah
kepadaku dengan segera seorang istri
yang penuh berkah, shalihah, dan cantik
jelita. Yang menenangkan hatiku dan yang
menyatukan jiwaku.
Aku berdo’a sementara kedua mataku,
mengucurkan air mata dan hatiku menangis
merendah dihadapan Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Karena aku shalat malam di awal
waktu, maka akupun mengantuk. Ketika aku
tertidur, aku bermimpi seolah-olah aku
berada di sebuah tempat yang sangat
panas. Sepertinya ada kobaran api yang
sangat dahsyat. Tidak lama setelah itu, aku
melihat ada satu kemah yang turun dari
langit. Kemah yang sangat indah
mempesona, belum pernah aku melihat
sebelumnya. Hingga kemah itupun turun di
atasku dan memayungiku. Bersamaan
dengan itu, ada hawa dingin yang aku tidak
mampu menceritakannya karena benar-
benar membawa sebuah kedamaian, hingga
aku terbangun karena kedinginan setelah
merasa kepanasan yang amat sangat. Aku
terbangun dan perasaanku sangat senang
dengan mimpi tersebut. Di pagi yang buta
aku pergi menemui seorang alim yang
dapat menafsiri mimpi.
Maka setelah aku ceritakan apa yang
kualami dalam mimpi itu, seorang alim
tersebut mengatakan kepadaku, “Hai
anakku, engkau sudah menikah, jika tidak,
mengapa kamu tidak menikah?” Maka saya
katakan, “Tidak, demi Allah saya belum
menikah.” Dia bertanya, “Mengapa engkau
tidak menikah?” Kukatakan, “Demi Allah Ya
Syaikh, seperti yang engku ketahui, aku
adalah seorang yang buta lagi miskin, dan
buruk rupa.” Dia berkata, “Hai anakku,
apakah tadi malam engkau telah mengetuk
pintu Tuhan mu?” Kukatakan, “Ya, aku telah
mengetuk pintu Tuhan ku.” Syaikh berkata,
“Pergilah wahai putraku, perhatikanlah gadis
yang paling cantik dalam benakmu dan
pinanglah, karena pintu itu telah terbuka
untukmu. Ambillah yang terbaik apa yang
ada dalam dirimu dan jangan merasa
rendah dengan mengatakan, “Aku adalah
seorang yang buta, maka aku akan
mencari wanita yang buta pula, jika tidak
maka yang begini, dan yang begitu. Tetapi
perhatikanlah gadis yang terbaik, karena
pintu itu telah dibuka untukmu.”
Setelah aku berfikir dalam diriku, aku
memilih gadis yang dikenal sebagai gadis
yang paling cantik di daerah itu disamping
memiliki nasab dan keluarga yang
terhormat. Maka aku mendatangi ayah,
kukatakan barangkali ayah mau pergi
kepada mereka guna meminang gadis itu
untukku. Ayah menolak dengan keras, lebih
keras dari penolakannya yang pertama. Dia
benar-benar menolak secara mentah-
mentah mengingat rupaku yang buruk dan
kemelaratanku, apalagi gadis yang
kuinginkan adalah gadis yang paling cantik
di negeri itu. Maka aku pergi sendiri. Aku
bertamu kepada keluarga itu, mengucapkan
salam kepada mereka dan mengatakan
kepada orang tuanya, “Saya menginginkan
Fulanah (maksudnya putrinya).” Dia
menjawab, “Kamu menginginkan putriku?”
Saya jawab, “Ya.” Maka dia menjawab,
“Demi Allah, ahlan wasahlan, wahai putra
Fulan, selamat datang wahai pembawa Al-
Qur’an, demi Allah hai putraku, kami tidak
mendapatkan laki-laki yang lebih baik
darimu, akan tetapi aku berharap agar
putriku mau menerimanya.” Kemudian ia
pergi menuju putrinya dan mengatakan,
“Wahai putriku, ini Fulan datang
meminangmu. Memang dia buta akan tetapi
dia hafal Al-Qur’an, dia menyimpan Al-
Qur’an di dalam dadanya. Apabila engkau
dapat merelakannya untukmu, maka
tawakkallah kepada Allah.” Sang putripun
menjawab, “Sesudahmu, tidak ada hal lain
wahai ayah, kami bertawakkal kepada
Allah.”
Selang sepekan setelah itu, wanita cantik
itupun menjadi istri bagi si buta yang
miskin dengan taufik Allah dan kemudahan
dariNya karena keutamaan Al-Qur’an.
Walhamdulillahirabbil ‘alamin.
Sumber: www.qiblati.com.

Rabu, 19 Oktober 2011

Muslimah


أَسْتَغْفِرُاللَّهُ

Setelah membaca buku berjudul "Belajar dari Aisyah" kini ku tahu sosok muslimah sebenarnya seperti apa. Sungguh jauh dari diriku.

Wanita adalah perhiasan. Wanita diciptakan dengan keindahan. Dan sesungguhnya keindahan wanita itu tak sepantasnya diperlihatkan kpd dunia kecuali kpd sang suami.

wanita adalah aurat. Wanita adalah sumber fitnah. Oleh karena itu wajib bagi kita menutup aurat. Jangan sampai gara2 kita orang lain mendapatkan dosa karena melihat keindahan dari seorang wanita.

rasulullah pernah bersabda kpd para muslimah "wahai para wanita, perbanyaklah bersedekah! Krn aku melihat kebanyakan dr kalian a/ penghuni neraka"
Smoga kita semua bukan termasuk wanita yg dimaksud Rasulullah
آمِّينَ آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Zaman sekarang, begitu berbeda dgn dulu. Sekarang wanita dengan gencar2nya bersorak atas nama "kesetaraan gender antara laki2 dan perempuan".
Sadarkah kalian ukhty??
Kita diciptakan dari tulang rusuk lelaki.
Tahukah kalian maknanya??
Itu artinya kita diciptakan oleh Allah untuk menjadi pendamping dari suami kita.

Siapa bilang wanita yg tidak aktif di luar rumah itu tdk sukses??
Salah!

Ingatlah,, dibalik kesuksesan seorang pria ada sosok yg begitu penting di sampingnya. Dialah wanita. Baik itu ibu maupun istri.

Kita semua baik laki2 maupun perempuan, dilahirkan dari rahim seorang ibu. Dan madrasah pertama kita bukanlah sekolah tapi dialah seorang ibu. Ia mengajari kita segala yg baik sampai akhirnya seseorang bisa sukses.

Muslimah di zaman Rasulullah sangat menjaga dirinya. Selalu menjaga kehormatan dan pandangannya. Mereka sukses walaupun berada di dalam rumah. Mereka sukses membuat anak dan suaminya berada di jalan Allah.

Sudah saatnya kita berdiam diri di istana kita. Sudah saatnya kita bangga dgn Islam dan hijab kita,

Apa gunanya jika kita sukses di luar sana tapi di dalam rmh tangga kita gagal??
Tahukah kalian,, setelah wanita menikah maka ridho suami ridho Allah....

Jangan salah ukhty,, semua aturan Islam mempunyai makna. Ayat hijab langsung turun dari Allah swt. Itu adalah sebuah perintah sang pencipta kita. Mari kita berusaha sedikit demi sedikit untuk menjaga hijab dengan saudara2 ikhwan di luar sana.
semua demi kemaslahatan umat. Janganlah kita bercampur baur dengan lelaki yg bukan mahram kita. Ingatlah setan akan selalu berusaha membisik telinga ini. Dan ketahuilah ukhty.. OBJEK (SASARAN) UTAMA SETAN ADALAH WANITA...
Krna dengan wanita seorang lelaki bisa hancur.

Maka jgalah diri kita... Jangan sampai kita membuat kerusakan untuk orang2 di sekitar kita. Kodrat kita diciptakan memang dengan keindahan dan kelembutan.

Tetap hamasah ukhty!
Masih banyak jalan menuju roma,,
Di rumahpun kita bisa melakukan segalanya,, termasuk bisnis ataupun yg lainnya...!!


ˆ⌣ˆ rahmi ˆ⌣ˆ


Sabtu, 08 Oktober 2011

Fatimah Az Zahra


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Terima kasih kpd Allah yg telah menakdirkanku untuk membaca sebuah buku fenomenal karya ustadz Felix. Terima kasih jg kpd penulisnya krn atas bacaan dlm bukunya lah membuat mencari tahu sosok inspirasi untuk diriku khususnya kaum hawa.

Dialah Fatimah Az Zahra, putri Rasulullah saw. Insya Allah akan kunamai anakku dgn nama yg sama dengan putri Rasulullah ini. آمِّينَ آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

Benar kata Ustad Felix dalam bukunya, sejarah bukan sembarang peljaran. Sejarah mampu membangkitkan semangat kita. Sejarah mampu membuat hidup kita lebih terarah karena dengan mengambil hikmah di balik sejarah maka kita akan melakukan hal-hal yg telah berhasil dilakukan oleh org2 dulu, dan kita akan berusaha tentunya untuk mencari jalan keluar atas kegagalan yg mereka lakukan. Jadi kita tdk memulai lg sesuatu dr nol melainkan kita meneruskannya.

Setelah membaca 1 artikel tentang Fatimah Az Zahra, kumengeluarkan air mata ini. Ya Allah, smoga dengan menjadikannya sbg inspirasiku aku bisa menjadi seperi dia walaupun tidak seutuhnya. Semoga di akhirat kelak aku bisa berdampingan dengan keluarga Rasulullah.

Kenapa aku menangis??
Aku menangis krn hal ini
"Ketika itu Nabi membisikkan sesuatu ke kuping Fatimah (sblm wafatnya beliau). Kemudian membuat Fatimah menangis kemudian Nabi membisikkan sesuatu yg membuat Fatimah tersenyum. Ayahnya membisikkan berita kematiannya, itulah yg membuat dia menangis kemudian Nabi mengatakan bahwa Fatimah adalah orang pertama yg akan berkumpul dengannya di alam baka, maka Fatimah menjadi bahagia"

Subhanallah, Fatimah tlah dijanjikan menemani kembali Ayahnya di alam baka nanti. Hatiku tersentuh. Akupun ingin sepertinya. Berada di dekat Rasulku.

Sifat yang dimiliki Fatimahpun tidak jauh berbeda dengan sang Ayah. Dia dikenal sebagai perempuan yg begitu lembut tutur katanya dan murah hati. Prinsip yg dia bangun dengan suami adalah mementingkan orang lain drpd dirinya sendiri. Pernah suatu hari datang seorang tamu ke rumahnya yang meminta makanan. Padahal pada saat itupun ia tidak mempunyai sedikitpun makanan. Tapi dengan kemurahan hatinya, ia memberikan kain kerudungnya kepada tamu itu. Ia menyuruh tamu tersebut untuk menjualnya dan membelikannya jagung. Kemudian jagung itu dia masak untuk dimakan oleh tamu tersebut. Bahkan ia sama sekali tidak mencicipi makanan tersebut karena ia berprinsip itu bukan lg haknya.
Ia pernah berkata "sy tidak dapat menolak seorang tamu yg lapar tanpa memberinya makan sampai kenyang"

Subhanallah, pantaslah dia disebut sebagai "ratu segenap wanita yg berada di surga".

1 hal lg yang membuatku kagum kepadanya. Yaitu Doanya kpd Allah swt.
"Ya Allah, kecilkanlah jiwaku di mataku dan tampakkanlah keagunganMu kpdku. Ya Allah, sibukkanlah aku dgn tugas yang aku pikul saat engkau menciptakanku & jgn engkau sibukkan aku dgn hal2 yg lain"
"Ya Allah, berilah aku keikhlasan. Aku ingin aku tetap tunduk dan menghamba kepada.u di kala senang dan susah. Ya Allah, hiasilah aku dengan iman & masukkanlah aku ke dlm golongan mereka yg mendpat petunjuk"
"Ya Allah, perbaikilah duniaku, bergantungnya kehidupanku. Perbaikilah kondisi akhiratku krn kesanalah aku akan kembali"

Kemuliaan hatinya tak terbandingi dgn wanita manapun. Itu pula yg org2 sekelilingnya rasakan.

Aku ingin sepertimu Fatimah
Aku ingin memiliki hatimu yg penyantun
Aku ingin memiliki imanmu yg bgitu religius
Aku juga ingin bersama Rasulullah seperti di akhirat nanti

Doaku
"Ya Allah, anugerahilah diriku kemuliaan seorang putri Rasulullah, Fatimah"

Sabtu, 01 Oktober 2011

Al Quran merindumu


Agama Islam adalah agama yg dibawa oleh Rasulullah SAW sebagai cahaya yg terang benderang untuk semua umat di dunia ini. Agama Islam datang untuk meluruskan segala yg bengkok.

Dalam Al Quran telah Allah jelaskan segala sesuatu. Tentang kehidupan kita di dunia ini, maupun tentang kehidupan akhirat. Al Quran adalah kitab yang telah disempurnakan. Mau berbicara tentang masa lampau, masa sekarang, maupun masa yg akan datang semuanye ade di dalam Al Quran. Al Quran akan selalu sinkron dari masa ke masa. Dan Al Quran adalah satu-satunya kitab yang dijaga kesuciannya. Dari awal sampe sekarangpun Al Quran masih sama. Tak ada perubahan sedikitpun.

Al Quran adalah pedoman hidup umat Islam. Tapi entah kenapa di zaman sekarang ini, ia seakan-akan dilupakan. Dulu di waktu kita masih kecil, kita selalu membukanya. Stiap selesai shalat tak lupa kita lantunkan suara yg indah dengan membacanya. Tapi kenapa sekarang dia hanya menjadi sebuah pajangan yang sudah mulai berdebu di dalam lemari kita??
Andaikan Al Quran bisa berbicara, dia akan menangis. Kemana sahabat kecilku dulu?? Aku rindu dipeluk olehnya. Sekarang aku dilupakan. Aku seakan-akan sebuah barang kuno yang hanya menjadi pajangan.

Saudara-saudari seimanku. Tahukah kalian, di akhirat nanti akan ada sosok yang mencari-cari kita. Ia membawa sebuah cahaya yg terang benderang untuk menyelamatkan kita. Bahkan ia juga akan menyelamatkan kedua orang tua kita. Itulah dia "AL QURAN"
Di akhirat nanti ia datang mencari org2 yang selalu membacanya, mengamalkan isinya.

Aku pernah mendengar sebuah kisah. seorang ayah dan ibu begitu kagetnya ketika di hari akhirat tiba-tiba mendapatkan sebuah emas yang indahnya melebihi dunia ini. Mereka bingung dari mana datangnya. Mereka berkata "amalan kami tak sebanding dengan keindahannya, darimanakah datangnya emas ini, amalan kami di dunia tak sepadan". Kemudian di jwbnya "itu karena dulu anakmu menjadikanku sahabatnya, ia mempelajariku membacaku dan mengamalkanku".

Subhanallah,, amalan kita juga dirasakan oleh kedua orangtua kita. ˆ⌣ˆ
Kalian tentu mau seperti itukan??

Hayoo,, sekarang buka lemari, bersihkan debu pada Al Quran. Sekarang jadikan dia kembali sahabat kita.

Semoga kita semua selalu diberi hidayah dan petunjuk dari Allah swt.


Agama Islam adalah agama yg dibawa oleh Rasulullah SAW sebagai cahaya yg terang benderang untuk semua umat di dunia ini. Agama Islam datang untuk meluruskan segala yg bengkok.

Dalam Al Quran telah Allah jelaskan segala sesuatu. Tentang kehidupan kita di dunia ini, maupun tentang kehidupan akhirat. Al Quran adalah kitab yang telah disempurnakan. Mau berbicara tentang masa lampau, masa sekarang, maupun masa yg akan datang semuanye ade di dalam Al Quran. Al Quran akan selalu sinkron dari masa ke masa. Dan Al Quran adalah satu-satunya kitab yang dijaga kesuciannya. Dari awal sampe sekarangpun Al Quran masih sama. Tak ada perubahan sedikitpun.

Al Quran adalah pedoman hidup umat Islam. Tapi entah kenapa di zaman sekarang ini, ia seakan-akan dilupakan. Dulu di waktu kita masih kecil, kita selalu membukanya. Stiap selesai shalat tak lupa kita lantunkan suara yg indah dengan membacanya. Tapi kenapa sekarang dia hanya menjadi sebuah pajangan yang sudah mulai berdebu di dalam lemari kita??
Andaikan Al Quran bisa berbicara, dia akan menangis. Kemana sahabat kecilku dulu?? Aku rindu dipeluk olehnya. Sekarang aku dilupakan. Aku seakan-akan sebuah barang kuno yang hanya menjadi pajangan.

Saudara-saudari seimanku. Tahukah kalian, di akhirat nanti akan ada sosok yang mencari-cari kita. Ia membawa sebuah cahaya yg terang benderang untuk menyelamatkan kita. Bahkan ia juga akan menyelamatkan kedua orang tua kita. Itulah dia "AL QURAN"
Di akhirat nanti ia datang mencari org2 yang selalu membacanya, mengamalkan isinya.

Aku pernah mendengar sebuah kisah. seorang ayah dan ibu begitu kagetnya ketika di hari akhirat tiba-tiba mendapatkan sebuah emas yang indahnya melebihi dunia ini. Mereka bingung dari mana datangnya. Mereka berkata "amalan kami tak sebanding dengan keindahannya, darimanakah datangnya emas ini, amalan kami di dunia tak sepadan". Kemudian di jwbnya "itu karena dulu anakmu menjadikanku sahabatnya, ia mempelajariku membacaku dan mengamalkanku".

Subhanallah,, amalan kita juga dirasakan oleh kedua orangtua kita. ˆ⌣ˆ
Kalian tentu mau seperti itukan??

Hayoo,, sekarang buka lemari, bersihkan debu pada Al Quran. Sekarang jadikan dia kembali sahabat kita.

Semoga kita semua selalu diberi hidayah dan petunjuk dari Allah swt.

Jumat, 30 September 2011

bersamaNya


ayah pernah bilang "jikalau Allah bersamamu, tak ada yg dpt mengalahkanmu"

Kata2 itu yang sekarang aku pikirkan. Apasih
maksud ayah bilang seperti itu?? Ku coba menela kata demi kata pada kalimat itu dan akhirnya kumengerti.

Yaah, ayah benar. Allahlah yg mengatur segala yang ada di alam ini. Manusia hanya bisa berenca tapi Allahlah yang menghendaki rencana tersebut. "Kunfayakun".

Jika kita termasuk ke dalam org2 yang bersama Allah, insya Allah apapun yg terjadi akan terasa damai dalam hati kita.

Dan tahukah kalian siapakah orang2 yg bersama Allah itu?
Mereka adalah orang2 yg dimanapun, kapanpun selalu mengingat Allah. Melaksanakan segala perintahnya, menjauhi segala larangannya. Termasukkah kita??

Mereka memperoleh nikmat batin yang luar biasa. Selalu merasa damai dan tenteram apapun yg terjadi pada diri mereka.

Bagamana tdk??
"Jika mendapat nikmat mereka bersyukur, jika mendapat musibah mereka beristigfar"
Mereka selalu positive thinking terhadap takdir Allah. Nikmat ataupun musibah sama saja bagi mereka. Mendapat nikmat mereka bersyukur mendapat musibah mereka beristigfar dan mencari hikmah di balik musibah itu. Dan ketika mereka menemukan hikmahnya mereka bersyukur.
Subhanallah.m semoga kita bisa termasuk ke dalam golongan org2 yang bersama Allah swt.

Ayah, kalimat mutiara yang kau ucapkan begitu singkat tetapi maknanya begitu luas. Terima kasih untuk setiap petuah2 yang kau sampaikan kepadaku.

Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mengirimkan seorang Ayah seperti dia.



ayah pernah bilang "jikalau Allah bersamamu, tak ada yg dpt mengalahkanmu"

Kata2 itu yang sekarang aku pikirkan. Apasih
maksud ayah bilang seperti itu?? Ku coba menela kata demi kata pada kalimat itu dan akhirnya kumengerti.

Yaah, ayah benar. Allahlah yg mengatur segala yang ada di alam ini. Manusia hanya bisa berenca tapi Allahlah yang menghendaki rencana tersebut. "Kunfayakun".

Jika kita termasuk ke dalam org2 yang bersama Allah, insya Allah apapun yg terjadi akan terasa damai dalam hati kita.

Dan tahukah kalian siapakah orang2 yg bersama Allah itu?
Mereka adalah orang2 yg dimanapun, kapanpun selalu mengingat Allah. Melaksanakan segala perintahnya, menjauhi segala larangannya. Termasukkah kita??

Mereka memperoleh nikmat batin yang luar biasa. Selalu merasa damai dan tenteram apapun yg terjadi pada diri mereka.

Bagamana tdk??
"Jika mendapat nikmat mereka bersyukur, jika mendapat musibah mereka beristigfar"
Mereka selalu positive thinking terhadap takdir Allah. Nikmat ataupun musibah sama saja bagi mereka. Mendapat nikmat mereka bersyukur mendapat musibah mereka beristigfar dan mencari hikmah di balik musibah itu. Dan ketika mereka menemukan hikmahnya mereka bersyukur.
Subhanallah.m semoga kita bisa termasuk ke dalam golongan org2 yang bersama Allah swt.

Ayah, kalimat mutiara yang kau ucapkan begitu singkat tetapi maknanya begitu luas. Terima kasih untuk setiap petuah2 yang kau sampaikan kepadaku.

Terima kasih Ya Allah, Engkau telah mengirimkan seorang Ayah seperti dia.

Rabu, 28 September 2011

Bersyukurlah


Musibah ataupun nikmat sama saja untukku. Itulah 1 cara hidup yg sangat aku kagumi dr ayahku. Dia selalu mengajarkanku akan bersyukur kpd Allah swt baik dlm keadaan apapun.

Ayahq bilang "nak, smuanya pasti ada hikmahnya. Tetaplah dan selalu bersyukur apapun yg terjadi"
I love u dad, u're my hero. Engkaulah teladanku, smoga di suatu hari nanti kutemukan seorang suami yang seperti ayahandaku. Amin

Ayah selalu membriku solusi terbaik untuk setiap masalahku. Dia hanya punya satu jawaban di setiap keluhan2ku, jwbnnya itupun yang selalu membuatku tenteram dan damai. "Perbaiki aqidahmu nak, ingat Allah yang mengatur segalanya, kita hanya bisa berusaha, bdoa, n bertawakal."

Di saat wajahku jerawatan dia blng "nak, ingat AQIDAH, Allah yg berkehendak akan segalaNya, jgn sampe krn bedak aqidahmu bergeser krn pcya klo bedak yg menyembuhkan. Allahlah yg menyembuhkan. Skrg niatkan saja, air wudhu sebagai obat untuk wajahmu. Insya Allah."
Walaupun hanya lewat telpon ku mendengar ucapannya, aku begitu meresapinya.

Di saat nilaiku anjlok, "nak, ingat AQIDAH, ada hikmah dibalik kamu mengikuti SP ini. Syukurilah nak, masih banyak org di luar sana yg mau kuliah tapi krn biaya mereka tdk mampu. Allah yg berkehendak, belajar + doa + tawakal insya Allah"
Dan dia mengatakn itu lewat telpon jg.

Ayahhhh...
Aku merindukanmu...
Aku mencintaimu...
Insya Allah, suatu hari nanti akan kubalas smua jasa2mu ayah...
Insya Allah, suatu hari nanti Engkau akan bangga melihat putrimu ini berhasil karena pengajaranmu...
Aku bangga menjadi anakmu...


 

Thinkmii Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez